KEBUMEN - Kabupaten Kebumen resmi memasuki usia ke-396. Momentum hari jadi tahun ini dimaknai sebagai kesempatan memperkuat tekad menjadikan Kebumen sebagai daerah yang semakin maju, sejahtera, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya.
Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani menegaskan, usia hampir empat abad bukan hanya catatan sejarah, melainkan juga pengingat pentingnya merawat kebersamaan demi mewujudkan daerah yang lebih baik.
“Di usia ke-396 ini, kita berharap Kebumen bisa semakin kokoh sebagai daerah yang makmur, masyarakatnya sejahtera, dan penuh keberkahan. Perjalanan panjang ini harus kita jadikan semangat untuk terus berbenah dan menghadirkan kebaikan bagi semua,” kata Lilis, Rabu (20/8).
Ia menambahkan, visi pembangunan Kebumen tidak semata ditandai dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh penguatan karakter, kemandirian, dan religiusitas masyarakat.
“Semoga doa dan kerja keras kita bersama bisa menjadikan Kebumen semakin dekat dengan cita-cita sebagai negeri yang baik dan dirahmati Allah SWT,” imbuhnya.
Senada dengan bupati, Wakil Bupati Kebumen H Zaeni Miftah mengingatkan bahwa perjalanan panjang daerah ini layak disyukuri dengan memperkuat nilai spiritual dan moral masyarakat.
“Kebumen sudah menjadi bumi tua. Ini akan menjadi negeri yang baik dan penuh kebaikan. Semoga kemakmuran selalu menyertai kita,” ucapnya.
Zaeni juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara kebaikan alam dan perilaku penduduknya. “Dalam hal ini penting sekali untuk senantiasa bersyukur dan seimbang antara kebaikan jasmani dan rohani penduduknya,” ujarnya.
Semarak Hari Jadi ke-396 akan digelar Kamis, 21 Agustus 2025, dengan rangkaian acara meriah, memadukan tradisi, seni budaya, hingga pesta rakyat. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen, Frans Haidar, mengajak seluruh warga ikut serta.
“Mari saksikan bersama-sama kegiatan Kirab Budaya dan Grebeg Gunungan, ramaikan seperti saat karnaval pembangunan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak Rabu, 20 Agustus 2025, dengan acara sakral Jamasan Pusaka, Ziarah Makam Leluhur, dan Semaan Al-Qur’an. Puncaknya berlangsung keesokan harinya dengan Upacara Peringatan Hari Jadi di Pendopo Kabumian, dilanjutkan pementasan tari kolosal yang spektakuler.
Sebagai pesta rakyat, Pemkab Kebumen akan menggelar tradisi Kembul Bujana atau makan bersama nasi penggel. Sebanyak 4.000 porsi nasi penggel gratis disiapkan di Jalan Merdeka Utara untuk seluruh masyarakat.
Tidak hanya itu, perayaan tahun ini juga dimeriahkan dengan gelaran modern seperti Kebumen Great Sale (15-31 Agustus 2025), Kebumen Fashion Fest (26-28 Agustus 2025), dan Kebumen Fest 2025 (23-30 Agustus 2025) di Alun-alun Pancasila. Penutup kemeriahan adalah Night Carnival pada 31 Agustus 2025 di Jalan Soekarno-Hatta.
Salah satu atraksi utama adalah pementasan tari kolosal yang melibatkan 396 penari dari SMP se-Kabupaten Kebumen, sesuai usia kabupaten. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen, Yanie Giat Setyawan, menjelaskan para penari akan membawakan lima rangkaian tarian yang menggambarkan perjalanan sejarah Kebumen.
“Ada lima rangkaian tari yang akan ditampilkan. Yang pertama adalah tari berdirinya Kebumen dengan tokoh sentral Ki Bodronolo,” jelas Yanie.