Liverpool bahkan mendapat tambahan hukuman satu tahun dan baru kembali ke Eropa pada 1991. Kejadian ini menjadi titik balik dalam penerapan regulasi keamanan pertandingan.
Kasus-kasus di atas menunjukkan bahwa UEFA tak ragu menindak tegas pelanggaran demi menjaga sportivitas. Liga Champions bukan hanya soal kemenangan, tapi juga soal kehormatan dalam bermain sepak bola.
Dengan dimulainya musim baru Liga Champions 2025/26, penggemar tentu berharap kompetisi berjalan bersih dan penuh semangat sportif. Kisah larangan ini menjadi pengingat penting bagi semua klub untuk tetap menjunjung etika dan aturan yang berlaku.