RADARBANYUMAS.CO.ID - Liga Champions UEFA merupakan impian utama bagi klub-klub Eropa untuk membuktikan kualitas mereka. Trofi "Si Kuping Besar" menjadi simbol supremasi tertinggi dalam sepak bola antarklub dunia.
Setiap musim, jutaan penggemar menantikan klub mana yang akan berjaya di ajang prestisius ini. Namun, tidak semua tim mendapat kesempatan berpartisipasi, bahkan beberapa di antaranya secara resmi dilarang tampil.
Hingga saat ini, lima klub pernah mendapat larangan tampil di Liga Champions karena pelanggaran berat. Mulai dari pengaturan skor hingga pelanggaran finansial, sanksi tersebut menunjukkan ketegasan UEFA dalam menegakkan aturan.
Hukuman ini menjadi bukti bahwa UEFA tak memandang nama besar klub ketika menjatuhkan sanksi. Etika dan kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga integritas kompetisi.
BACA JUGA:UEFA Coret Crystal Palace dari Europa League, Nottingham Forest Siap Jadi Pengganti!
Besiktas dan Fenerbahce Dilarang karena Match-Fixing
Pada tahun 2013, Besiktas dilarang tampil di kompetisi Eropa setelah terbukti terlibat pengaturan skor. Upaya banding ke CAS ditolak, membuat klub harus absen satu musim dari Liga Champions.
Di tahun yang sama, Fenerbahce juga dijatuhi hukuman larangan tampil selama tiga musim karena kasus serupa. Banding mereka ke CAS juga gagal, memperkuat sanksi dari UEFA.
Juventus Kena Sanksi Pelanggaran Finansial
Juventus, klub raksasa Italia, dilarang tampil di kompetisi UEFA musim 2023/24. UEFA menyatakan bahwa mereka melanggar aturan Financial Fair Play dalam periode 2012 hingga 2019.
Meski bukan kasus pengaturan skor, pelanggaran ini dianggap serius karena merusak prinsip keadilan dalam finansial klub. Hukuman ini menjadi tamparan besar bagi klub yang telah dua kali juara Liga Champions.
FK Pobeda dan Arsenal Tivat Terlibat Pelanggaran Berat
FK Pobeda asal Makedonia Utara menerima sanksi larangan delapan tahun akibat pengaturan skor pada 2009. Bahkan presidennya, Aleksandar Zabrcanec, dijatuhi hukuman seumur hidup dari semua aktivitas sepak bola Eropa.
Kasus terbaru terjadi pada Juli 2025, saat FK Arsenal Tivat dijatuhi larangan tampil selama 10 tahun di kompetisi Eropa. Selain itu, klub asal Montenegro ini juga didenda sebesar €500.000 karena pelanggaran serius saat melawan Alashkert FC.
Klub Inggris Pernah Dilarang Bertanding
Tragedi Heysel pada 1985 menjadi peristiwa paling kelam dalam sejarah sepak bola Eropa. Akibat insiden yang menewaskan 39 orang dalam final Juventus vs Liverpool, UEFA melarang semua klub Inggris tampil di kompetisi Eropa selama lima tahun.