Diduga Lecehkan Mahasiswi, Guru Besar Unsoed Diselidiki Tim Khusus

Kamis 24-07-2025,19:39 WIB
Reporter : Alwi Safrudin
Editor : Ali Ibrahim

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Seorang guru besar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Kasus ini telah dilaporkan dan kini tengah ditangani oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsoed.

Satgas telah menyampaikan hasil penyelidikan awal kepada tim rektorat dan satuan pengelola internal kampus untuk diproses lebih lanjut. Hasil tersebut akan disampaikan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sebagai bentuk tindak lanjut di tingkat kementerian.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof Dr Kuat Puji Prayitno, menyatakan Unsoed telah membentuk Tim Pemeriksa. Terdiri dari tujuh orang untuk menangani secara serius dugaan kasus kekerasan seksual tersebut.

BACA JUGA:BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Berikan Perlindungan Penuh Pada 3355 Mahasiswa KKN Unsoed

"Yang utama saya tegaskan bahwa Unsoed berkomitmen terhadap penyelesaian kasus-kasus kekerasan seksual. Tim Pemeriksa telah bekerja untuk melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus tersebut,” tegas Prof Kuat, Kamis (24/7).

Ia menjelaskan bahwa Tim Pemeriksa telah melakukan sejumlah langkah awal, di antaranya memanggil Ketua Satgas PPKS selaku penerima laporan serta memeriksa pihak terlapor.

"Masih dalam proses pendalaman. Kami belum dapat memberikan kesimpulan karena masih menunggu hasil dari pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Kuat yang juga Ketua Tim Pemeriksa menyampaikan, pihaknya akan bertindak cermat dan berhati-hati dalam menangani perkara ini. Tim Pemeriksa juga berencana untuk memanggil para saksi maupun tenaga ahli bila diperlukan.

BACA JUGA:Sempat Naik Karena Demo ODOL, Harga Cabai Kembali Stabil

Sementara itu, sebagai bentuk keprihatinan dan desakan agar kampus bersikap adil, sekitar sepuluh mahasiswa menggelar aksi simbolik di depan Gedung Rektorat Unsoed, Rabu (23/7).

Dalam aksi yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB itu, mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Unsoed Darurat Kekerasan Seksual dan Lindungi Korban Bukan Pelaku".

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, M Hafizd Baihaqi, mengatakan aksi tersebut merupakan inisiatif mahasiswa secara individu, bukan kegiatan lembaga.

"Kami menyuarakan keprihatinan. Kami ingin kampus menjalankan prosedur secara transparan dan menindak pelaku seadil-adilnya," katanya.

Wakil Rektor III Unsoed, Norman Prayogo, turut menemui peserta aksi. Ia menyebut kampus tengah melakukan rapat internal untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Satgas PPKS.

Tags :
Kategori :

Terkait