Selain itu, spion samping juga dianggap terlalu kecil, membuat pengemudi harus menoleh lebih aktif karena sudut pandangnya terbatas.
Desain overfender (panel tambahan pada bagian roda mobil) juga menjadi perhatian. Meski tampilannya sporty dan keren, bagian ini cukup menyulitkan saat parkir mundur.
Ukuran yang menonjol ke luar membuat pengemudi harus ekstra hati-hati agar tidak menyenggol tembok atau kendaraan lain.
Untuk pengisian daya, pengalaman pertama tentu membingungkan. Tidak semudah isi bensin karena harus mencari SPKLU dan mempelajari prosesnya. Tapi seiring waktu, ini bisa diatasi dengan adaptasi.
BACA JUGA:Chery QQ Domi, Mobil Listrik Warna-Warni yang Bikin Anak Muda Makin Kece
Hal menarik lainnya, VinFast VF3 sering jadi pusat perhatian karena bentuknya yang unik dan masih jarang di jalanan.
Banyak pengguna merasa seperti "artis dadakan" karena mobilnya sering dilirik orang. Jadi bila kamu pake mobil VinFast VF3 siap-siap jadi pusat perhatian ketika di jalan.
Jadi, mobil listrik VinFast VF3 sangat cocok untuk penggunaan harian dalam kota.
Tapi jika kamu berniat pakai untuk perjalanan jauh, ada baiknya pertimbangkan beberapa kekurangan teknis seperti bagasi, lampu, dan kenyamanan saat parkir.
BACA JUGA:Kelebihan Mobil Listrik BYD Dolphin, Kendaraan SUV dengan Jarak Tempuh Maximum 300 Km
Mobil tetaplah mobil, alat transportasi yang memudahkan manusia bepergian. Bila kita sesuaikan ekspektasi kita terhadap satu mobil, mobil akan tetap menyenangkan, asalkan tahu batasannya.