Untungnya, tren belakangan ini mulai berubah. Beberapa brand besar mulai sadar kalau dukungan software adalah salah satu faktor penting yang dilihat calon pembeli.
Samsung, misalnya, sekarang udah janji ngasih update sistem sampai empat tahun buat seri-seri terbarunya.
Google Pixel tentu masih jadi juara dalam urusan update, karena semua prosesnya dikontrol langsung oleh Google.
Tapi gak semua orang bisa atau mau pindah ke Pixel, apalagi karena ketersediaannya di Indonesia masih terbatas dan harganya juga gak selalu bersahabat.
Jadi, kalau kamu termasuk orang yang peduli sama update sistem dan pengen HP kamu tetap aman dan relevan, kamu harus jeli sejak awal beli.
Cek dulu komitmen brand soal dukungan software. Jangan cuma ngeliat spesifikasi atau harga doang.
Karena secanggih apa pun HP kamu, kalau sistemnya gak pernah di-update, ya lama-lama akan ketinggalan zaman juga.
BACA JUGA:Galaxy A36 5G: Handphone Tangguh dengan Snapdragon Kencang dan Kamera Jernih!
Kesimpulannya, alasan kenapa update Android sering lambat bukan karena Google malas atau brand HP pelit. Tapi karena sistem yang terlibat terlalu kompleks.
Banyak pihak yang harus beresin tugas masing-masing dulu sebelum update bisa sampai ke tangan pengguna.
Ini beda banget sama iOS yang dikendalikan penuh sama Apple, jadi bisa didistribusikan serempak ke semua perangkat yang kompatibel.
Android masih harus melewati banyak “pos pemeriksaan” sebelum akhirnya bisa muncul di layar HP kamu.
BACA JUGA:Samsung Galaxy A6: Handphone Stylish dengan Fitur Kekinian yang Bikin Betah Seharian!
Apakah fragmentasi ini bakal selesai dalam waktu dekat? Sepertinya belum. Tapi setidaknya sekarang arah perbaikannya udah mulai kelihatan.
Dan siapa tahu, beberapa tahun lagi kita bisa lihat lebih banyak HP Android yang dapet update dengan cepat dan rutin, tanpa harus nunggu kayak nunggu jodoh yang gak pasti.