Banyumas Genjot Kerajinan Sangkar Burung

Senin 12-06-2017,10:35 WIB

BANYUMAS-Potensi bambu di wilayah Banyumas sangat tinggi. Hal itu menjadikan peluang usaha pembuatan kerajinan dari bahan baku bambu sangat terbuka, salah satunya adalah pembuatan sangkar burung. Namun, saat ini regenerasi pembuat sangkar burung masih minim. Seperti di Kecamatan Ajibarang, harga sangkar burung yang tidak stabil membuat banyak perajin yang beralih profesi. Anggota DPR RI Komisi VI Siti Mukaromah atau Erma mengatakan, saat ini potensi bahan baku cukup melimpah. Namun regenerasi perajin sangkar burung sepertinya kurang maksimal. Hal itu disebabkan harga sangkar burung dengan model konvensional tidak stabil. "Melihat kondisi tersebut, kami gelar pelatihan bersama Kementerian Perindustrian Dirjen Industri Kecil pembuatan sangkar burung dengan model yang lebih kreatif supaya harga jualnya menjadi lebih tinggi dari harga sangkar burung konvensional yang diikuti anak-anak mudan sampai 30 orang,"jelasnya, Minggu (11/6). Untuk wilayah Ajibarang, lanjut Erma, pelatihan dipusatkan di Hotel Green Mulia Pandansari Ajibarang selama lima hari sejak tanggal 5 Juni kemarin. Materi yang diberikan berupa teori kreasi sangkar burung dan kerajinan dari bahan baku bambu dan praktek langsung. "Kami bagi beberapa kelompok untuk membuat kerajinan sangkar burung kemudian dari hasil kerajinan akan kami nilai. Saat ini dengan sangkar burung kicau dengan kreasi yang bagus atau modelnya lebih variatif nilai jual cenderung stabil bahkan naik,"katanya. Ia berharap, dengan pelatihan tersebut jiwa usaha peserta muncul dan memanfaatkan potensi bambu yang melimpah untuk membuat kerajinan sangkar burung. Sehingga regenerasi perajin sangkar burung tidak putus hal itu juga untuk nengentaskan angka pengangguran. "Kegiatan ini juga upaya untuk mengentaskan angka pengangguran. Anak-anak muda dengan spirit yang tinggi diharapkan bisa mandiri usai pelatihan tersebut. Yang jelas, potensi bahan baku yang melimpah harus dimanfaatkan dengan baik sebagai potensi kerajinan sangkar burung,"pungkasnya. (gus/bdg)

Tags :
Kategori :

Terkait