Gunung Lewotobi Meletus Dua Kali, Warga Flores Timur Diminta Waspada

Kamis 17-04-2025,15:04 WIB
Reporter : Urfa Tasbita Faqih
Editor : Ali Ibrahim

Uniknya, Lewotobi itu sebenarnya kembar. Ada si Laki-Laki dan si Perempuan. Kedua gunung ini berdiri berdampingan, kayak pasangan sejati, meskipun karakternya beda.

Yang Laki-Laki lebih aktif dan sering meletus, sementara yang Perempuan cenderung kalem.

Sepanjang sejarahnya, Lewotobi Laki-Laki udah beberapa kali erupsi.

Tapi erupsi kali ini masuk kategori serius karena sudah masuk Level III atau Siaga. Artinya, potensi letusan besar dalam waktu dekat itu nyata banget.

BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Meletus Tiga Kali, Kolom Abu Sampai 2.000 Mdpl

BACA JUGA:Gunung Marapi di Sumatera Barat Meletus Sembilan Kali dalam Sepekan Terakhir

Pemerintah melalui PPGA (Pos Pengamatan Gunung Api) udah ngeluarin rekomendasi tegas.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Baik itu bertani, mencari rumput, mendaki, apalagi sekadar iseng-iseng foto-foto buat konten.

Selain itu, ada warning tambahan soal banjir lahar hujan. Kalau sewaktu-waktu turun hujan deras, material abu dan batuan dari erupsi bisa hanyut ke sungai-sungai sekitar, dan itu bahaya banget.

Wilayah seperti Dulipali, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, sampai Nawakote jadi daerah yang wajib waspada ekstra.

BACA JUGA:Sempat Hilang 19 Hari, Warga Wanayasa Ditemukan Meninggal di Hutan Gunung Luang Areng

BACA JUGA:Merapi Erupsi, Gunung Slamet Masih Aman Untuk Pendakian

Banjir lahar itu bukan cuma air biasa, tapi campuran lumpur panas, batu besar, bahkan bongkahan kayu besar. Sekali keseret, kecil kemungkinan bisa selamat.

Dalam situasi kayak gini, rumor dan hoaks biasanya gampang banget beredar. Apalagi di zaman medsos sekarang, orang gampang share tanpa cek fakta dulu.

Makanya, masyarakat dihimbau untuk hanya percaya pada sumber resmi kayak PVMBG, BNPB, atau pemerintah daerah setempat.

Jangan percaya kabar burung yang bilang gunung bakal "meledak besar" atau "bakal ada tsunami" tanpa dasar ilmiah.

Kategori :