Pertahanan yang biasanya kokoh terlihat rapuh saat menghadapi bola mati. Courtois dan lini belakang harus lebih peka terhadap situasi seperti ini.
Pelatih juga perlu memikirkan strategi baru agar bisa menembus pertahanan solid Arsenal. Jika tidak, peluang mempertahankan gelar Liga Champions bisa sirna.
Dari sisi mental, para pemain Madrid harus kembali percaya diri. Tekanan besar di Santiago Bernabeu nanti bisa menjadi kekuatan jika dimanfaatkan dengan baik.
BACA JUGA:Sejarah Piala Dunia U-17 FIFA, Munculnya Bakat Muda dari Berbagai Belahan Dunia
BACA JUGA:7 Momen Tak Terlupakan Dalam Sejarah Piala Dunia, Korea Selatan Pernah Gilas Jerman
Arsenal kini memegang kendali atas nasib mereka di Liga Champions. Dengan keunggulan tiga gol, mereka hanya butuh hasil imbang di leg kedua.
Namun, Mikel Arteta pasti tak ingin timnya lengah. Real Madrid tetaplah tim berbahaya yang punya sejarah besar di kompetisi ini.
Declan Rice menjadi bintang utama di laga ini dan menunjukkan kelasnya sebagai gelandang bertahan. Dua gol tendangan bebasnya menunjukkan kualitas teknik yang luar biasa.
Kerja sama tim Arsenal juga patut diacungi jempol. Mereka tampil kompak dan disiplin sepanjang pertandingan.
BACA JUGA:4 Pelatih dengan Koleksi Trofi Terbanyak di Liga Inggris, Sir Alex Ferguson Tak Tersentuh!
BACA JUGA:Kiper Dengan Nilai Transfer Termahal Sepanjang Masa, Ada Kiper Manchester United!
Untuk bisa membalikkan keadaan, Real Madrid butuh keajaiban seperti yang mereka lakukan di musim-musim sebelumnya. Dukungan penuh dari fans Bernabeu bisa menjadi senjata utama.
Namun tanpa permainan yang disiplin dan taktis, semua itu hanya akan menjadi harapan kosong. Courtois dan rekan-rekannya wajib tampil sempurna.
Tidak ada ruang untuk kesalahan di leg kedua. Setiap peluang harus dimaksimalkan dan setiap kesalahan harus dihindari.
Masih ada 90 menit yang bisa mengubah segalanya. Tapi hanya jika Madrid mampu menunjukkan jati diri mereka yang sesungguhnya.