Salah satu aspek penting dalam efisiensi kendaraan listrik adalah konsumsi daya per kilometer. VF 5 menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 29 kWh.
Dengan baterai ini, VinFast VF 5 mampu menempuh jarak hingga 260 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar NEDC (New European Driving Cycle).
Konsumsi daya rata-ratanya berkisar antara 11-12 kWh per 100 km, yang tergolong irit di kelasnya.
BACA JUGA:5 Kelebihan Mobil Listrik VinFast VF 3, Slot CCS2 dan Sudah Fast Charging
BACA JUGA:5 Fitur Keselamatan Mobil Listrik VinFast VF 5 2025, Sangat Lengkap
Efisiensi Pengisian Daya
Proses pengisian daya adalah faktor utama dalam menentukan efisiensi kendaraan listrik. VinFast VF 5 mendukung teknologi pengisian cepat yang memungkinkan baterainya diisi dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar 34 menit.
Sementara itu, jika menggunakan pengisian daya standar di rumah, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 6-8 jam hingga penuh.
Keunggulan lainnya adalah penggunaan baterai LFP yang lebih tahan lama dibandingkan jenis baterai lain seperti lithium-ion konvensional.
Baterai LFP tidak hanya lebih tahan terhadap degradasi tetapi juga lebih aman karena memiliki risiko kebakaran yang lebih rendah.
BACA JUGA:5 Kelebihan Mobil Listrik VinFast VF 5 2025, Desain Modern Aerodinamis
BACA JUGA:Lebih Ringan! Mobil Listrik VinFast VF 5 2025 Tawarkan Skema Sewa Baterai
Pengaruh Kondisi Jalan dan Cuaca terhadap Efisiensi
Seperti kendaraan listrik lainnya, efisiensi VinFast VF 5 2025 sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Jalan yang menanjak dan sering mengalami kemacetan akan meningkatkan konsumsi daya karena motor listrik perlu bekerja lebih keras.
Sebaliknya, berkendara di jalan yang datar dengan kecepatan stabil dapat mengoptimalkan efisiensi baterai.
Selain itu, suhu lingkungan juga memengaruhi performa baterai. Dalam kondisi cuaca dingin, daya tahan baterai cenderung menurun karena suhu rendah dapat memperlambat reaksi kimia di dalam baterai.
Sebaliknya, suhu yang terlalu panas juga dapat menyebabkan baterai bekerja lebih keras untuk mendinginkan dirinya sendiri, yang berdampak pada konsumsi energi yang lebih tinggi.
BACA JUGA:VinFast VF 3, Alternatif Baru di Segmen Mobil Listrik Kompak