Banner v.2

Progres Pembangunan Jalan Bung Hatta Purwokerto Stagnan, Rencana Jalan Tembus Palma–Sawangan

Progres Pembangunan Jalan Bung Hatta Purwokerto Stagnan, Rencana Jalan Tembus Palma–Sawangan

Sudah muncul pada maps, Jalan Bung Hatta ditunggu realisasinya oleh masyarakat sebagai solusi potensi kemacetan di kawasan Jalan Bung Karno yang terus berkembang.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Rencana pembangunan Jalan Bung Hatta yang digadang-gadang menjadi jalan tembus dari kawasan Palma–Sawangan hingga underpass Jalan Jenderal Soedirman masih belum menunjukkan progres berarti. 

Meski telah bergulir sejak tahun 2023, hingga awal 2026 proyek tersebut masih stagnan dan belum ada kepastian kapan pembangunan fisiknya akan dimulai.

Sekretaris Kelurahan Bantarsoka, Moh Ari Yulianto, mengatakan hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait waktu pelaksanaan pembangunan Jalan Bung Hatta. Berdasarkan pengetahuan pihak kelurahan, progres terbaru masih sebatas pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“Untuk pembangunan Jalan Bung Hatta sampai sekarang belum ada kepastian kapan mulai dibangun. Setahu kami masih di tahap pembuatan DED,” kata Ari.

BACA JUGA:Trotoar Jalan Bung Karno Bakal Dipasangi 60 Ribu Paving Blok Plastik

Ia menjelaskan, Jalan Bung Hatta rencananya dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dulunya merupakan jalur kereta api antara Stasiun Purwokerto dan Stasiun Purwokerto Timur. Sebagian trase jalan tersebut masuk ke wilayah Kelurahan Bantarsoka.

“Kalau untuk Purwokerto Barat, pembangunan Jalan Bung Hatta masuk sebagian wilayah Bantarsoka dan Pasir Muncang. Batas dengan Pasir Muncang itu di jembatan penyeberangan orang Sungai Banjaran,” jelasnya.

Ari menambahkan, secara digital, rencana Jalan Bung Hatta sebenarnya sudah muncul di aplikasi peta daring. Namun, jalan tersebut terlihat belum tersambung sepenuhnya hingga ke Jalan Bung Karno. Sementara itu, kondisi eksisting di lapangan menunjukkan belum ada jalan dengan nama Jalan Bung Hatta.

“Kalau dilihat di maps online, Jalan Bung Hatta sudah muncul, tapi belum tersambung sampai Jalan Bung Karno. Di lapangan, jalan itu masih dikenal sebagai Gang Convoy barat dan Gang Convoy timur,” terangnya.

BACA JUGA:Jalan Kalijeruk - Sarwadadi Cilacap Diperbaiki, Anggaran Capai Rp 15,71 Miliar

Ia juga menyebutkan hingga kini belum ditemukan papan nama atau plang jalan yang menandakan Jalan Bung Hatta di lokasi tersebut.

“Dicari di lapangan belum ada nama plang Jalan Bung Hatta,” lanjut Ari.

Meski belum terealisasi, Ari menilai keberadaan Jalan Bung Hatta nantinya akan sangat strategis dan berdampak besar terhadap kelancaran arus lalu lintas di Purwokerto. Jalan tersebut diyakini mampu memecah kepadatan kendaraan di Jalan Jenderal Soedirman, khususnya di kawasan Alun-alun Purwokerto hingga Sawangan.

Dengan adanya jalan tembus tersebut, kendaraan dari arah timur seperti Palma atau kawasan sekitarnya yang hendak menuju wilayah barat seperti underpass, Porka, Kalibogor, hingga Karanglewas, dapat langsung melintas tanpa harus melewati pusat kota.

BACA JUGA:Tronton Masih Nekat Melintas, Tonase Jalan Kota Sumpiuh Banyumas Dibatasi

“Kendaraan dari arah Palma atau timur yang mau ke barat bisa lewat Jalan Bung Hatta, jadi tidak perlu lewat Jalan Jenderal Soedirman,” katanya.

Begitu pula sebaliknya, kendaraan dari arah underpass atau Bantarsoka yang akan menuju wilayah timur seperti Palma, Moro, Rajawali Cinema, Jalan Situmpur, dan Jalan S. Parman, dapat melintasi Jalan Bung Hatta tanpa harus memutar melalui Alun-alun Purwokerto atau Jalan Gatot Subroto.

Ari menilai, jika proyek tersebut terealisasi, kawasan Bantarsoka akan semakin berkembang dan ramai aktivitas. Lokasinya yang dekat dengan Stasiun Purwokerto menjadi nilai tambah tersendiri bagi pertumbuhan wilayah tersebut.

“Kalau Jalan Bung Hatta jadi, Bantarsoka pasti semakin ramai dan berkembang karena posisinya strategis, apalagi dekat dengan stasiun,” pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: