BACA JUGA:5 Penyebab Utama Kampas Rem Mobil Cepat Habis, No. 3 Sering Dilakukan Pengemudi
Beberapa tanda timing belt harus diganti meliputi suara berisik dari area mesin, getaran berlebih saat berkendara, dan mesin yang sulit dinyalakan. Jika dibiarkan, kerusakan bisa merambat ke komponen lain dan memperbesar biaya perbaikan.
Biasanya, timing belt perlu diganti setiap 60.000 hingga 100.000 km, tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi pemakaian kendaraan. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi tanda-tanda keausan lebih awal dan mencegah kerusakan lebih parah.
9. Ban Mobil
Ban merupakan komponen vital yang memastikan traksi optimal antara kendaraan dan permukaan jalan. Jika kondisinya sudah aus, daya cengkeram akan berkurang, meningkatkan risiko tergelincir, terutama di jalan basah atau licin.
BACA JUGA:Aki Mobil Bermasalah? Ini Tanda-Tanda dan Cara Mengatasinya
BACA JUGA:Tips Merawat Aki Mobil Supaya Panjang Umur dan Tidak Mudah Soak
Beberapa tanda ban harus diganti meliputi tapak ban yang menipis hingga melewati batas indikator keausan, retakan pada dinding ban, serta getaran tidak wajar saat berkendara meskipun jalan mulus. Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan untuk mencegah potensi bahaya di jalan.
Idealnya, ban diganti setiap 40.000-50.000 km, tergantung pada pola penggunaan kendaraan dan kondisi jalan yang sering dilalui. Rotasi ban secara berkala juga dapat membantu memperpanjang umur pakai dan menjaga performa berkendara tetap optimal.
10. Shock Absorber
Shock absorber berperan dalam meredam guncangan dan menjaga stabilitas kendaraan saat melaju. Jika kondisinya rusak atau aus, kenyamanan berkendara akan berkurang, dan kontrol kendaraan bisa menjadi kurang optimal.
BACA JUGA:5 Komponen Mobil yang Menyebabkan Air Radiator Sering Berkurang
BACA JUGA:Kupas Tuntas Spesifikasi dan Komponen Mobil Balap Formula E
Beberapa tanda shock absorber harus diganti meliputi mobil terasa lebih berguncang saat melewati jalan tidak rata, ayunan yang berlangsung lebih lama setelah melewati gundukan, serta adanya kebocoran cairan di sekitar komponen ini. Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan untuk menghindari risiko lebih besar.
Umumnya, shock absorber perlu diganti setiap 80.000 hingga 100.000 km, tergantung kondisi jalan yang sering dilalui dan gaya berkendara. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi tanda-tanda keausan lebih awal sehingga performa kendaraan tetap optimal.
11. Wiper Kaca Depan
Wiper memiliki peran penting dalam menjaga visibilitas pengemudi, terutama saat hujan deras atau kondisi berkabut. Jika wiper tidak berfungsi dengan baik, risiko kecelakaan bisa meningkat akibat pandangan yang terganggu.
BACA JUGA:Wajib Tahu! 5 Komponen Mobil yang Rentan Rusak Akibat Overheat
BACA JUGA:5 Komponen Mobil Listrik yang Wajib Kalian Ketahui!