Pemerintah Indonesia memberikan insentif pajak untuk mobil listrik guna mendorong adopsinya. Perbandingan pajak tahunan antara mobil listrik dan BBM adalah sebagai berikut:
Mobil Listrik
- Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Diskon 90% dibandingkan mobil BBM.
- Pajak Bea Balik Nama (BBN): Hanya 1% dari harga kendaraan.
- Total pajak tahunan: Sekitar Rp 500 ribu – Rp 2 juta (tergantung model dan harga kendaraan).
Mobil BBM
- PKB: Sekitar 1,5% dari nilai jual kendaraan.
- BBN:10% dari nilai jual kendaraan saat pertama kali dibeli.
- Total pajak tahunan:Rp 3–10 juta, tergantung jenis kendaraan dan harga jual.
Dengan adanya insentif pajak, mobil listrik jauh lebih murah dalam aspek pajak dibandingkan mobil BBM. Insentif PKB dan BBN yang membuat Harga jual mobil listrik saat ini bersaing dengan mobil BBM.
BACA JUGA:5 Faktor yang Membuat Pajak Mobil Listrik Lebih Murah Dibandingkan Mobil Konvensional
BACA JUGA:Pajak Mobil Listrik di Indonesia Ternyata Lebih Murah dari Mobil Konvensional, Segini Biayanya
Sedangkan pajak tahunannya pun hanya 10 persen dibanding pajak tahunan mobil BBM. Ini diasumsikan dengan range Harga jual yang sama.
Misalkan, pajak mobil BBM seharga Rp 300 juta per tahunnya adalah Rp 4 juta. Maka pajak tahunan mobil listrik seharga Rp 300 juta hanya Rp 400 ribu per tahun.
Jika melihat dari semua aspek biaya, mobil listrik menawarkan penghematan lebih besar dibandingkan mobil BBM. Terutama dalam konsumsi energi, biaya perawatan, dan pajak tahunan.
Berikut adalah rangkuman perbandingan:
Per tahun, mobil listrik membutuhkan 2,4 juta untuk energi. Sedangkan mobil BBM adalah Rp 8,3 juta. Untuk biaya perawatannya, mobil listrik membutuhkan 2 juta per tahun. Mobil BBM biaya perawatannya Rp 5 juta per tahun.
BACA JUGA:Awas Kesetrum! Ini Tips Mengendarai Mobil Listrik Saat Hujan dan Banjir
BACA JUGA:Mobil Listrik Terjangkau di Indonesia 2025: Pilihan Menarik dan Terjangkau
Kemudian untuk pajak tahunan, Mobil BBM dikenakan biaya Rp 4 juta per tahun. Berarti, mobil listrik senilai Rp 400 ribu.
Secara total, mobil listrik membutuhkan Rp 4,8 juta per tahun. Sedangkan mobil BBM sebanyak Rp 17,3 juta. Ini berarti, biaya tahunan mobil listrik lebih hemat Rp 12,5 per tahunnya. Atau hemat lebih dari Rp 1 juta setiap bulannya. Secara prosentase, biaya bulanan mobil listrik tak sampai 28 persen dibanding biaya mobil BBM.
Namun, tantangan utama dalam memilih mobil listrik adalah infrastruktur pengisian daya yang belum merata di seluruh Indonesia. Disamping itu, ketersebaran bengkel mobil listrik juga menjadi tantangan lain.
Berbeda dibanding mobil BBM, yang telah memiliki jaringan bahkan hingga di kota/kabupaten tingkat II. Terutama untuk mobil BBM dari brand popular. Belum lagi jika menghitung bengkel non resmi yang lebih tersebar lagi hingga pelosok daerah.