BACA JUGA:Tips Nyaman Mengendarai Mobil Ceper Tetap untuk Jarak Jauh Sekalipun
BACA JUGA:5 Mobil dengan Fitur Otonom yang Sudah Dijual di Pasar Indonesia
Mitos Baling-Baling Pesawat: Fakta atau Fiksi?
Seiring berjalannya waktu, mitos bahwa logo BMW terinspirasi dari baling-baling pesawat terus berkembang. Mitos ini bermula dari iklan BMW pada tahun 1929 yang menunjukkan logo di atas baling-baling pesawat yang berputar.
Meskipun visual tersebut membantu memperkuat asosiasi antara BMW dan penerbangan, faktanya desain awal logo lebih terkait dengan asal-usul Bavaria dibandingkan dengan mesin pesawat.
BMW sendiri telah mengklarifikasi hal ini dalam berbagai kesempatan, namun mitos tersebut tetap menjadi bagian dari cerita menarik di balik logo mereka.
BACA JUGA:11 Mobil MPV Terlaris di Indonesia, Pilihan Keluarga dengan Fitur Terbaik
BACA JUGA:Mobil All New Nissan Serena: MPV Keluarga dengan Desain Futuristik dan Teknologi Terkini
Era Ikonik (1923-1945): Logo Mulai Mendunia
Pada tahun 1923, BMW meluncurkan sepeda motor pertamanya, R32, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan. Bersamaan dengan peluncuran ini, logo BMW mulai dikenal luas.
Desainnya tetap mempertahankan elemen warna biru-putih dan lingkaran hitam dengan tulisan BMW di atasnya.
Namun, seiring dengan meningkatnya popularitas produk BMW, logo ini mulai diasosiasikan dengan kualitas tinggi, keandalan, dan inovasi teknologi.
BACA JUGA:Pilih Mobil Hybrid atau Mobil Listrik? Inilah 7 Faktor yang Wajib Anda Pertimbangkan
BACA JUGA:Mobil Listrik Terjangkau di Indonesia 2025: Pilihan Menarik dan Terjangkau
Selama periode ini, BMW mulai memperluas produksi ke kendaraan roda empat. Mobil-mobil buatan mereka dikenal memiliki performa tinggi dan teknologi mutakhir, memperkuat reputasi logo sebagai simbol keunggulan Jerman.
Logo ini tetap konsisten, dengan hanya sedikit perubahan pada ketebalan garis dan penyesuaian font untuk meningkatkan visibilitas.
Perubahan Pasca-Perang (1945-1951): Simbol Ketahanan
Setelah Perang Dunia II, BMW menghadapi masa-masa sulit. Fasilitas produksi mereka rusak akibat perang, dan perusahaan dilarang memproduksi kendaraan bermotor selama beberapa tahun.
BACA JUGA:Awas Kesetrum! Ini Tips Mengendarai Mobil Listrik Saat Hujan dan Banjir