BACA JUGA:Review VinFast VF 3: Mobil Listrik Asal Vietnam yang Mirip Suzuki Jimny
Salah satu model yang paling populer adalah XPeng G3, sebuah crossover listrik kompak yang dibekali dengan fitur otonomi yang canggih.
XPeng G3 dapat beroperasi dengan fitur pengemudi otomatis tingkat 2 yang memungkinkan kendaraan ini untuk mengemudi sendiri dalam beberapa situasi, seperti saat berkendara di jalan bebas hambatan.
Mobil ini sangat cocok untuk konsumen Eropa yang menginginkan kendaraan listrik dengan teknologi otonomi, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil premium.
5. Polestar 2
Polestar, yang awalnya merupakan sub-merek performance dari Volvo, kini menjadi produsen kendaraan listrik mandiri dengan identitasnya sendiri.
BACA JUGA:Mengintip Spesifikasi Mobil Listrik Suzuki e-Vitara yang Akan Rilis di Indonesia
BACA JUGA:BMW i8, Mobil Listrik Hybrid Milik Atta Halilintar dengan Teknologi Terdepan
Meskipun Polestar berawal dari Eropa, mobil listrik Polestar 2 juga merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan otomotif China, Geely.
Polestar 2 hadir dengan beberapa pilihan motor listrik dan baterai, memberikan pilihan jarak tempuh mulai dari 440 km hingga 540 km dengan sekali pengisian daya.
Mobil ini dilengkapi dengan layar sentuh besar yang terintegrasi dengan Google Android, memungkinkan pemilik untuk menggunakan berbagai aplikasi langsung dari layar.
Kehadiran merek-merek mobil listrik asal China di pasar Eropa menunjukkan bagaimana produsen China semakin mendominasi industri otomotif global, khususnya di sektor kendaraan listrik.
Dengan harga yang lebih kompetitif, teknologi canggih, dan fitur-fitur inovatif, mobil listrik dari China seperti BYD Atto 3, MG4 Electric, NIO ES8, XPeng G3, dan Polestar 2 telah berhasil merebut hati konsumen Eropa. (dda)