BACA JUGA:Langkah-Langkah Perawatan Mobil Listrik yang Tidak Boleh Dilewatkan
Jika pompa air ini mengalami kerusakan atau macet, cairan pendingin tidak dapat bersirkulasi dengan baik.
Dalam kondisi normal, cairan pendingin akan membawa panas dari mesin ke radiator untuk didinginkan.
Namun, jika aliran cairan pendingin terganggu, suhu mesin akan meningkat dan bisa menyebabkan overheat.
Meski mobil tidak digunakan, kerusakan pada pompa air tetap dapat mempengaruhi sistem pendinginan.
BACA JUGA:Apakah Biaya Perawatan Mobil Sedan Bekas Mahal? Ini Jawabannya
Seringkali kerusakan ini disebabkan oleh usia pemakaian atau kurangnya perawatan, seperti kurangnya pelumasan pada bagian pompa air.
3. Termostat Macet atau Tidak Berfungsi dengan Baik
Termostat adalah komponen yang mengatur suhu mesin dengan cara mengontrol aliran cairan pendingin ke radiator.
Jika termostat macet atau tidak berfungsi dengan baik, suhu mesin tidak akan terkontrol dengan baik. Pada umumnya, termostat bekerja dengan membuka dan menutup saluran pendingin berdasarkan suhu mesin.
BACA JUGA:Inilah Bagian Mesin Mobil Yang Wajib Dicek Setiap Hari, Agar Mesin Menjadi Sehat Dan Awet
BACA JUGA:5 Mobil Bekas Era 2000an dengan DP dan Cicilan Ringan
Jika termostat macet dalam posisi tertutup, aliran cairan pendingin akan terhambat, dan suhu mesin akan meningkat. Walaupun mobil tidak digunakan, termostat yang macet bisa menyebabkan masalah pada sistem pendinginan.
Jika termostat terjebak dalam posisi tertutup, maka cairan pendingin tidak dapat mengalir dengan lancar, yang mengarah pada overheat ketika mobil digunakan kembali.
4. Kondisi Radiator yang Kotor atau Tersumbat
Radiator adalah komponen vital dalam sistem pendinginan mobil. Fungsi utama radiator adalah untuk membuang panas dari cairan pendingin yang telah menyerap panas dari mesin.
BACA JUGA:Dari Mercedes Hingga MV Garuda, Inilah 8 Mobil Presiden Republik Indonesia