- Stres pada Mesin: Beban berat dapat menyebabkan mesin bekerja lebih keras dari yang seharusnya, meningkatkan risiko kerusakan pada komponen.
- Pengurangan Kinerja: Mobil yang membawa beban berat cenderung kurang responsif, mengurangi efisiensi bahan bakar dan kinerja keseluruhan.
Hindari mengangkut beban berat selama periode inreyen. Jika kalian perlu membawa barang, pastikan untuk tidak melebihi kapasitas yang dianjurkan oleh pabrikan.
BACA JUGA:Yuk Simak! inilah 4 Penyebab Utama Mobil Menjadi Sering Mogok
BACA JUGA:6 Bahan yang Ampuh untuk Membersihkan Jamur Pada Kaca Mobil, Tanpa Perlu Pergi ke Bengkel
5. Mengabaikan Perawatan Rutin
Banyak pemilik mobil baru berpikir bahwa karena mobil tersebut masih baru, tidak perlu melakukan perawatan rutin.
Ini adalah pandangan yang salah. Perawatan rutin sangat penting, terutama selama fase inreyen.
Konsekuensi dari Mengabaikan Perawatan
BACA JUGA:Jangan Asal! Ikuti 5 Cara Mengisi Ulang Air Radiator Mobil yang Benar
BACA JUGA:6 Tanda Air Radiator Mobil Habis yang Wajib Kalian Ketahui
- Pemeriksaan Cairan yang Tidak Memadai: Cairan mesin, pendingin, dan rem harus diperiksa secara berkala.
Mengabaikan ini bisa menyebabkan kerusakan yang serius.
- Keterlambatan dalam Mengidentifikasi Masalah: Jika ada masalah yang muncul selama masa inreyen, tidak melakukan pemeriksaan rutin bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Selalu lakukan pemeriksaan rutin pada mobil baru. Periksa level oli mesin, air radiator, dan cairan rem.
BACA JUGA:Jangan Tertipu, Inilah 10 Cara Mudah Mengenali Mobil Bekas Banjir
BACA JUGA:5 Penyebab Pedal Kopling Mobil Menjadi Keras dan Berat
Pastikan semuanya dalam kondisi baik untuk mencegah masalah di kemudian hari.