Penting! 6 Kekurangan dari Penerapan Battery Management System pada Motor Listrik

Sabtu 29-06-2024,12:51 WIB
Reporter : Indah Citra
Editor : Bayu Indra Kusuma

RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Battery Management System (BMS) memiliki peran yang penting dalam menjaga performa dan keamanan baterai pada motor listrik. 

Namun, seperti teknologi lainnya, Battery Management System juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. 

Dan berikut ini merupakan 6 kekurangan dari penerapan Battery Management System pada motor listrik:

BACA JUGA:Bongkar Rahasia Fitur Mode Reverse pada Motor Listrik Gesits G1 DLX, Manuver Lebih Mudah dan Praktis!

BACA JUGA:Mengulas Fitur Menarik Motor Listrik Polytron Fox R, Punya Sistem Keamanan yang Tinggi terhadap Pencurian

1. Biaya Tambahan

Penerapan BMS pada motor listrik menambah biaya produksi kendaraan. BMS terdiri dari berbagai komponen elektronik dan sensor yang memerlukan biaya tambahan. 

Selain itu, pengembangan perangkat lunak yang diperlukan untuk mengelola dan memantau baterai juga memerlukan investasi. 

Biaya ini akhirnya dapat diteruskan kepada konsumen, membuat kendaraan listrik lebih mahal dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

BACA JUGA:Tampil Macho! Segini Harga Motor Listrik Rakata NX8 Terbaru 2024, Lengkap dengan Detail Spesifikasi

BACA JUGA:Perhatikan! 6 Alasan Penting untuk Selalu Melakukan Perawatan pada Timing Pulley Motor Listrik

2. Kompleksitas Sistem

Battery Management System menambah kompleksitas pada sistem kendaraan listrik. Integrasi BMS dengan sistem baterai dan motor listrik memerlukan desain dan teknik yang cermat. 

Kompleksitas ini dapat menyebabkan peningkatan potensi kegagalan sistem dan menambah tantangan dalam pemeliharaan dan perbaikan kendaraan. Teknisi memerlukan pelatihan khusus untuk memahami dan memperbaiki masalah yang terkait dengan BMS.

Kategori :