3 Fungsi Roller pada CVT Motor Matic

Jumat 28-06-2024,14:51 WIB
Reporter : Ikhwan Adriansyah
Editor : Bayu Indra Kusuma

Sebaliknya, ketika gas dilepas atau berada pada kecepatan konstan, roller akan turun di dalam pulley dan menghasilkan diameter yang lebih besar. Ini mengurangi rasio transmisi dan memungkinkan mesin beroperasi pada RPM yang lebih rendah.

Jika roller tidak mampu mengubah diameter pulley dengan baik, misalnya karena roller aus atau terlalu kotor, hal ini dapat menyebabkan beberapa dampak negatif seperti Mesin tidak akan mampu memberikan tenaga yang cukup untuk mempercepat kendaraan.

Mesin bekerja pada RPM yang tidak optimal, yang dapat mengurangi efisiensi penggunaan bahan bakar. Dan Perpindahan gigi yang tidak tepat atau kasar karena tidak ada penyesuaian diameter pulley yang sesuai.

Dengan demikian, penting bagi pengguna motor matic untuk memahami bagaimana roller berfungsi dalam menentukan diameter pulley pada sistem CVT. Perubahan diameter ini secara langsung mempengaruhi kinerja mesin. 

Dengan menjaga roller dalam kondisi baik dan melakukan perawatan yang teratur, Anda dapat memastikan bahwa motor matic Anda tetap beroperasi dengan efisiensi tinggi dan memberikan pengalaman berkendara yang nyaman.

3. Mengatur Akselerasi Motor

Roller pada sistem CVT motor matic memiliki peran krusial dalam mengatur akselerasi kendaraan. Roller dalam CVT motor matic bertanggung jawab untuk menyesuaikan rasio transmisi secara dinamis sesuai dengan permintaan tenaga dari pengendara. 

BACA JUGA:Hal-hal yang Disukai dari Motor Matic Yamaha Fazzio

BACA JUGA:Hal-hal yang Tidak Disukai dari Motor Matic Yamaha Fazzio

Saat gas ditekan, mesin akan meningkatkan putaran dan roller akan bergerak di dalam pulley untuk mengubah rasio antara pulley primer dan sekunder. Hal ini mengoptimalkan perpindahan daya dari mesin ke roda belakang.

Beberapa pengguna motor matic tertarik untuk memodifikasi roller dengan tujuan meningkatkan performa kecepatan. Modifikasi ini seringkali dilakukan dengan mengganti roller standar dengan roller yang lebih berat. 

Roller yang lebih berat cenderung memperlambat perubahan rasio transmisi saat gas ditekan. Hal ini bisa menghasilkan percepatan yang lebih lambat pada kecepatan rendah, tetapi memberikan keuntungan pada kecepatan tinggi.

Modifikasi roller seringkali harus disertai dengan penyesuaian lain dalam sistem CVT, seperti tuning ulang atau penggantian komponen lain untuk menjaga keseimbangan antara akselerasi dan kestabilan operasi mesin.

Perlu dicatat bahwa modifikasi roller dapat mempengaruhi keselamatan dan keandalan kendaraan jika tidak dilakukan dengan benar atau tanpa pengetahuan yang cukup tentang pengaruhnya terhadap sistem CVT secara keseluruhan.

Dengan memahami Fungsi Roller pada CVT Motor Matic, pengguna dapat menghargai bagaimana komponen ini bekerja untuk menyediakan respons berkendara yang optimal. (wan)

Kategori :