Genangan dan Banjir Masih Mengintai, PSDA Cilacap Siapkan 104 Paket Pekerjaan
Pemeliharaan jaringan drainase dan irigasi dinas PSDA Kabupaten Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tingkat kerusakan saluran irigasi dan drainase di berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap masih tinggi.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pekerjaan Sumber Daya Air (PSDA), memfokuskan perbaikan infrastruktur pengairan secara bertahap pada 2026.
Kepala Dinas PSDA Kabupaten Cilacap Bambang Tujiatno mengatakan, keterbatasan anggaran membuat penanganan kerusakan pengairan tidak dapat dilakukan sekaligus.
"Perbaikan difokuskan pada titik-titik prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat," katanya, Jumat (23/1/2026).
Selain itu, permasalahan genangan dan banjir masih kerap terjadi, baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan. Di Majenang, misalnya, longsoran tanah beberapa waktu lalu menyebabkan kelebihan air di area persawahan.
BACA JUGA:90 Persen Drainase di Cilacap Rusak Berat, Pemkab Akan Lakukan Penanganan Bertahap
"Kondisi itu diperparah sedimentasi tinggi pada saluran pembuangan (avur) yang rawan tersumbat, " lanjutnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Cilacap mengalokasikan anggaran Dinas PSDA tahun 2026 sebesar Rp 29,1 miliar yang dibagi ke dalam 104 paket pekerjaan.
"Anggaran terbesar berada di sektor Sekretariat dengan nilai lebih dari Rp 15,8 miliar, disusul sektor Drainase sebesar Rp 6,68 miliar, Irigasi dan Air Baku Rp 5,01 miliar, serta SPAM Rp 1,57 miliar," lanjut Bambang.
Berdasarkan data PSDA, kondisi infrastruktur pengairan di Cilacap masih menghadapi tantangan besar. Dari total luas irigasi 64.391 hektare, baru 45,10 persen saluran yang berada dalam kondisi baik, sementara sisanya mengalami rusak berat.
BACA JUGA:Proyek Drainase di Cilacap Rampung 100 Persen, PSDA Pastikan Sesuai Target Waktu
"Yang terpaarah terjadi pada saluran pembuang atau drainase makro, tingkat kerusakan berat bahkan mencapai 90,18 persen," tandasnya.
Meski demikian, Bambang menegaskan, perbaikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Setiap kegiatan di 2026 juga akan disertai imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga lingkungan dari sampah serta merawat infrastruktur pengairan yang ada.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

