4 Kekurangan Motor Matic Karburator yang Ternyata Lebih Boros Bensin

Jumat 21-06-2024,16:10 WIB
Reporter : Dhani Dwi
Editor : Susi Dwi Apriani

Hal ini dapat menyebabkan mesin sulit dihidupkan, kinerja yang menurun, atau bahkan mati mendadak.

Selain itu, karburator memerlukan perawatan yang lebih intensif dibandingkan dengan sistem injeksi. 

Jika tidak dirawat dengan baik, endapan kotoran dan residu bahan bakar bisa mengganggu aliran bahan bakar, menyebabkan kinerja mesin yang tidak stabil. 

Pengguna perlu memastikan karburator selalu bersih dan setelannya tepat, yang memerlukan keahlian teknis dan waktu.

4. Respons Throttle yang Kurang Cepat

Motor matic karburator sering kali menunjukkan respons throttle yang kurang cepat dibandingkan dengan motor yang menggunakan sistem injeksi.

Tidak seperti sistem injeksi yang dikendalikan oleh Electronic Control Unit (ECU), karburator tidak memiliki kontrol elektronik untuk mengatur suplai bahan bakar. 

ECU pada sistem injeksi dapat langsung merespons perubahan posisi throttle dan menyesuaikan jumlah bahan bakar yang disemprotkan, sehingga akselerasi lebih cepat dan responsif.

Karburator lebih rentan terhadap penumpukan kotoran dan endapan dari bahan bakar. 

Endapan ini bisa menyumbat jalur bahan bakar dan menghambat aliran bahan bakar yang diperlukan untuk akselerasi cepat. Hal ini membuat respons throttle menjadi lambat dan tidak responsif.

BACA JUGA:Yuk Kenali! Kecanggihan Pada Motor Matic Honda Forza 2024

BACA JUGA:Hal-hal yang Disukai dari Motor Matic Yamaha Grand Filano

Meskipun motor matic karburator pernah menjadi andalan, kemajuan teknologi telah membawa kita ke era motor injeksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dengan memahami beberapa kekurangan utama dari motor matic karburator, kalian bisa membuat keputusan yang lebih bijak saat memilih motor yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kalian. (dda)

Kategori :