1. Rem Cakram
Rem cakram seringkali digunakan pada kendaraan listrik roda dua yang terdiri dari piringan dan kaliper.
Rem cakram bekerja dengan menggenggam piringan yang berputar.
BACA JUGA:4 Tips Aman Berkendara Saat Hujan ala Honda Istimewa
Jenis rem ini unggul karena sistem pengeremannya yang lebih terbuka daripada rem tromol, sehingga proses pendinginan, baik piringan maupun kampas rem, menjadi lebih optimal.
Selain itu, daya yang dihasilkan bisa mencapai 100%. Oleh karena itu, rem cakram sering digunakan untuk roda depan motor listrik.
Di sisi lain, rem cakram juga memiliki kekurangan yaitu bagian kaliper yang rentan terkena kotoran dan dapat mengganggu kinerja pengereman.
Selain itu, biaya produksi dan service pada rem cakram lebih mahal daripada jenis pengereman lainnya
BACA JUGA:Yamaha Neo’s, Pilihan Motor Listrik Stylish dengan Performa Mantap!
BACA JUGA:Tips Ampuh Mengatasi MCB Konslet pada Motor Listrik, Solusi Cepat dan Efektif!
Ukuran luas kampas rem cakram yang kecil membuat daya pengeremannya tidak sekuat rem tromol, sehingga lebih cepat aus.
2. Rem Tromol
Sementara, daya pengereman pada rem tromol lebih kuat karena ukuran kampas rem di dalamnya lebih besar dibandingkan cakram.
Oleh sebab itu, rem tromol seringkali digunakan untuk roda bagian belakang pada motor listrik.