Pencairan Program Indonesia Pintar Menumpuk di Bank Penyalur
Rombongan orangtua dan peserta didik datang ke salah satu bank penyalur di Cilongok untuk pencairan PIP pekan ini.-Yudha Iman Primadi/Radar Banyuma-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SD awal pekan ini di Cilongok menumpuk di sebagian bank penyalur.
Pantauan Radarmas orangtua dan peserta didik berbondong-bondong datang ke salah satu bank penyalur di Cilongok dengan menumpang pick-up. Imbasnya antrian orang tua dan siswa menumpuk di bank penyalur.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Banyumas, Ichya Mahluqie mengatakan adanya penumpukan pencairan PIP di bank penyalur telah ditindaklanjuti dengan menginformasikan kondisi tersebut kepada kantor cabang bank penyalur. Pihaknya meyakini dari bank penyalur sudah menjadwal kedatangan orangtua dan siswa per sekolah.
"Usulan kami agar ada satu orang petugas khusus dari bank penyalur yang melayani pencairan PIP. Tetapi semua kembali pada pihak bank penyalur," katanya.
BACA JUGA:Belum Ada Jadwal Pencairan PIP MI di Cilongok
BACA JUGA:Siswa Madrasah Penerima PIP di Banyumas Terima ATM dan Buku Tabungan
Ichya menjelaskan orangtua dan peserta didik yang datang bersama ke bank penyalur bisa disebabkan karena belum melakukan aktivasi rekening dan pencetakan buku tabungan. Jika aktivasi rekening dan pencetakan buku tabungan sudah dilakukan sebenarnya peserta didik sepengetahuannya tidak wajib ikut datang ke bank penyalur untuk pencairan PIP.
"PIP yang dicairkan pekan ini adalah PIP tahun lalu tahap terakhir untuk perpanjangan kedua hingga 29 Februari," terang dia.
Disinggung mengenai angkutan massal yang dipakai untuk pengambilan PIP yaitu pick-up, pihaknya mengingatkan pada sekolah agar diarahkan menggunakan angkutan umum agar lebih aman. Yang pasti untuk aturan pencairan PIP, pengambilannya tidak dapat diwakilkan oleh sekolah.
"Per anak untuk jenjang SD menerima Rp 450 ribu," pungkas Ichya. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

