Ini Tanggapan Pegiat Sosial Soal Peniadaan SKTM di Purbalingga
Pasien dari keluarga tidak mampu saat diantar Komunitas Semut Purbalingga untuk berobat ke rumah sakit. (Komunitas Semut Purbalingga untuk Radarmas.)--
PURBALINGGA,RADARBANYUMAS.CO.ID- Peniadaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh Pemkab Purbalingga, memicu pegiat sosial di Kabupaten Purbalingga angkat bicara.
Imam Waris Pambudi, salah satu pegiat sosial "Semut" Purbalingga, Jumat 14 Juli 2023 sore mengungkapkan, pihaknya dan pegiat sosial lain meminta pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan itu. Karena sejatinya masih banyak yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.
"Uluran tangan dari sektor pendidikan dan kesehatan mendominasi. Jumlah pastinya kami belum tahu, namun yang jelas sektor kesehatan dan pendidikan masih membutuhkan SKTM," katanya.
Ia menambahkan, misalpun akan dihilangkan, maka harus ada solusi yang tepat agar masyarakat yang memang masih membutuhkan uluran tangan tetap bisa memiliki kesempatan dibantu.
BACA JUGA:Sanksi Pelanggaran Merokok Di RS Purbalingga Masih Persuasif, Ini Penjelasannya
"Kami paham, peniadaan ini kemungkinan juga karena kekhawatiran tidak tepat sasaran atau SKTM disalahgunakan. Namun bukan berarti ditiadakan," tambahnya.
Kedepan, ketika belum ada solusi, akan semakin dilematis kondisi ini. Sedangkan pegiat sosial kadang juga membutuhkan fasilitasi yang tepat agar pasien atau orang yang membutuhkan bisa terbantu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
