Banner Honda

Trans Banyumas Belum Bisa Terima Tunai, Pemda Terkendala Biaya Kernet

Trans Banyumas Belum Bisa Terima Tunai, Pemda Terkendala Biaya Kernet

Satu penumpang Trans Banyumas naik dari halte di Kota Purwokerto pekan ini.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Trans Banyumas yang kembali beroperasi sejak Jumat (18/9) masih menerapkan pembayaran secara cashless atau non tunai. Keinginan masyarakat agar pembayaran juga dapat dilakukan menggunakan uang tunai belum bisa diterapkan Pemkab Banyumas karena berkaitan dengan tambahan biaya operasional.

Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Banyumas Muhammad Eka Nugraha mengatakan pembayaran tunai akan memunculkan komponen pembiayaan baru, salah satunya untuk menggaji kernet. "Tambah menggaji kernet mahal," katanya.

Eka menjelaskan Pemkab Banyumas saat ini belum mampu menerapkan sistem pembayaran tunai pada layanan Trans Banyumas. Namun, pihaknya mengusulkan mekanisme semi cashless untuk mengakomodasi masyarakat yang menginginkan pembayaran tanpa menggunakan sistem elektronik.

"Semi cashless maksudnya pengguna Trans Banyumas beli karcis. Karcis bisa dibeli di outlet yang telah ditunjuk," terang dia. Setelah membeli karcis, penumpang cukup menyobek kupon dan memasukkannya ke kotak yang disiapkan di dekat sopir sebelum turun dari bus.

BACA JUGA:Trans Banyumas Kembali, Penumpang Belum Ramai, Warga Mulai Beradaptasi

Menurut Eka, mekanisme pembayaran semi cashless tersebut tidak membutuhkan keberadaan kernet sehingga tidak menambah beban biaya operasional. Namun, apabila diterapkan, Pemkab Banyumas harus mengantisipasi potensi pemalsuan karcis yang dapat merugikan pengelolaan layanan.

"Masyarakat yang menginginkan adanya pembayaran tunai Trans Banyumas tidak sedikit," pungkas Eka.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: