Tanam Duluan Risiko Mengintai, Petani di Banyumas Diminta Siaga Kemarau
Gerakan tanam serrntak dalam rangka percepatan tanam.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kelompok Tani Silaban Desa Selanegara menjadi yang pertama melakukan tanam bibit padi di wilayah Kecamatan Sumpiuh. Langkah ini dilakukan menyusul instruksi Kementerian Pertanian untuk percepatan tanam.
Penanaman tersebut juga menjadi bagian dari gerakan tanam serentak di Kabupaten Banyumas. Upaya ini dilakukan guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Koordinator Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh Fitriana menyampaikan, percepatan tanam perlu segera diikuti wilayah lain. Hal itu berkaitan dengan prediksi musim kemarau yang datang lebih cepat.
"Prediksi musim kemarau datang lebih cepat dan lama karena adanya elnino godzila. Oleh karena itu, petani di desa/kelurahan lain supaya segera menyusul tanam," jelas Fitriana, Rabu (22/4) di lokasi.
BACA JUGA:Harga Plastik Mulsa Melonjak, Petani Banjarnegara Terancam Kurangi Produksi
Ia mengingatkan, petani yang menanam lebih awal menghadapi potensi risiko lebih besar. Salah satunya ancaman kekeringan yang bisa berdampak pada pertumbuhan tanaman.
Selain itu, serangan hama dan penyakit juga perlu diwaspadai. Tanaman yang lebih dulu tumbuh berpotensi menjadi inang bagi hama di sekitarnya.
Karena itu, petani diminta meningkatkan intensitas pengamatan di lahan. Langkah ini penting agar potensi serangan bisa dideteksi sejak dini.
Dengan pengamatan rutin, upaya pengendalian dapat segera dilakukan. Hal tersebut diharapkan mampu menekan kerugian akibat serangan hama dan penyakit.
BACA JUGA:Momentum Emas, Petani Cabai Banjarnegara Panen Saat Harga Melambung
"Sudah rutin setiap musim tanam, Kelompok Tani Silaban selalu kategori yang paling awal tanam," sambung Fitriana. Ia menyebut pola ini sudah menjadi kebiasaan kelompok tani setempat.
Pada gerakan tanam kali ini, areal persawahan yang ditanami mencapai sekitar satu hektare. Varietas padi yang digunakan adalah ciherang yang banyak diminati petani.
Jenis tersebut dipilih karena memiliki keunggulan. Selain menghasilkan beras pulen, nilai ekonomisnya juga relatif tinggi di pasaran. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

