Proyek Kuliner Picu Keluhan Warga Puri Intan Purwokerto
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas Jasmin, saat melakukan pengecekan lapangan.-JUNI R/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Aktivitas pembangunan di sebelah utara Perumahan Puri Intan, Pabuaran, PURWOKERTO Utara memicu keluhan warga. Proyek yang disebut akan menjadi rumah makan itu diduga milik pengusaha PURWOKERTO, Buntoro.
Ketua RT 5 RW 1 Perumahan Puri Intan, Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Yuli Purnomo mengungkapkan, keluhan warga sudah muncul sejak 2022. Saat itu, aktivitas pembangunan di balik tembok perumahan menyebabkan salah satu tembok rumah warga jebol.
"Tembok rumah belakang yang perbatasan, langsung sama lokasi pembangunan roboh karena memang didesain tidak untuk menahan tanah. Tapi kenanya dapur sama garasi," ujarnya.
Yuli menjelaskan, pembangunan dimulai sejak 2022 dengan tahap awal pemerataan tanah. Dari informasi yang diterimanya, lokasi tersebut akan dibangun wisata kuliner milik Buntoro.
BACA JUGA:Baru Setahun Dihuni, Empat Rumah di Puri Wiradadi III Ambruk Diterjang Hujan Deras
"Jadi jebol (rumah warga) 2022, terus kita bersurat juga ke Buntoro dan ke kelurahan kita info," paparnya.
Ia menyebut, warga sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan berbagai pihak. Mediasi melibatkan kelurahan, kecamatan, hingga perwakilan dari pihak Buntoro.
"Kita waktu cuma minta untuk tembok keliling. Jadi dibangun tembok keliling sendiri, agar pemerataan tanah saat itu tidak langsung ke temboknya Puri Intan," jelasnya.
Menurutnya, perwakilan Buntoro sempat menyanggupi permintaan tersebut. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang direalisasikan.
BACA JUGA:Silaturahmi Kamtibmas, Polres Kebumen Serap Keluhan Warga
"Sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Malah itu kalau kita lihat di belakang itu tanahnya ini juga mepet kan mepet ke tembok Puri Intan," jelasnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan penanaman pohon besar di dekat tembok perumahan. Akar pohon dikhawatirkan dapat merusak struktur bangunan warga.
"Dikhawatirkan akarnya bisa merusak tembok dan bangunan perumahan," ucapnya.
Masalah kembali muncul setelah hujan deras pada 14 April lalu. Tembok salah satu rumah warga kembali jebol akibat limpasan air dari area proyek.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
