Berbahaya Tapi Terpaksa, Warga Gunakan Jalur Darurat Ratamba Banjarnegara
Pengendara sepeda motor saat melintasi jalan darurat Kaliireng Pejawaran.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUAMS.CO.ID - Akses sementara yang dibuka pascalongsor di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, ternyata menyimpan risiko tinggi. Jalur tersebut hanya bersifat darurat dan tidak sepenuhnya aman dilalui, terutama saat hujan turun.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso menegaskan, kondisi cuaca saat ini masih berpotensi memicu bahaya tambahan di lokasi tersebut.
“Curah hujan masih tinggi. Jalur itu posisinya sangat dekat dengan bibir sungai, jadi pengendara harus benar-benar hati-hati,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Peringatan ini bukan tanpa dasar. Berdasarkan kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi. Sementara dari sisi teknis, lokasi jalan darurat dinilai tidak ideal.
Hasil kajian dari Badan Geologi bersama akademisi Universitas Jenderal Soedirman menyebut, jalur aman seharusnya berada 50 hingga 100 meter dari bibir sungai, lebih jauh dari posisi jalan darurat saat ini.
“Secara kajian, lokasi itu memang tidak direkomendasikan jadi jalan,” kata Aji.
Meski begitu, jalan tersebut tetap digunakan, karena menjadi satu-satunya akses sementara bagi warga setelah jalur utama Karangkobar–Batur terputus akibat longsor.
Pemerintah daerah kini tengah mencari solusi jangka panjang. Dinas PUPR Banjarnegara sedang memetakan ulang lokasi untuk pembangunan jalur yang lebih aman.
“Kami masih mencari titik yang sesuai dengan rekomendasi kajian, supaya akses ini bisa kembali normal dan aman,” ujar Aji.
Sementara itu, Kepala Desa Ratamba, Juniawan mengungkapkan, jalan darurat tersebut muncul dari inisiatif warga.
“Awalnya karena kebutuhan mendesak. Ada warga yang berinisiatif membuka jalan di lahannya sendiri,” katanya.
Dia juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan risiko yang ada, terutama saat kondisi cuaca buruk.
“Silakan digunakan, tapi keselamatan tetap harus jadi prioritas, apalagi saat hujan,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
