Banner v.2

Isu Kenaikan BBM Picu Kekhawatiran Warga, Harga Masih Stabil di SPBU

Isu Kenaikan BBM Picu Kekhawatiran Warga, Harga Masih Stabil di SPBU

Antrean kendaraan di beberapa SPBU di wilayah Purwokerto dan sekitarnya, Selasa (31/3/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang beredar di media sosial mulai memicu kekhawatiran masyarakat di PURWOKERTO. Kabar mengenai proyeksi kenaikan harga tersebut ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir dan memengaruhi psikologis warga.

Namun demikian, informasi resmi dari Pertamina menyebutkan bahwa kabar tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM per 1 April 2026.

Masyarakat diminta mengakses informasi melalui saluran resmi perusahaan, termasuk situs www.pertamina.com. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetap menggunakan energi secara bijak.

Pantauan di sejumlah SPBU di Purwokerto, Selasa (31/3/2026), menunjukkan kondisi yang ramai namun masih dalam batas wajar. Harga BBM non-subsidi pun terpantau belum mengalami perubahan.

BACA JUGA:Konsumsi BBM Naik Saat Mudik , Pertamina Ajak Hemat Energi

Di SPBU Berkoh, harga Pertamax Turbo (RON 98) masih Rp13.100 per liter dan Pertamax (RON 92) Rp12.300 per liter. Sementara Pertamina Dex tercatat Rp14.500 per liter dan Dexlite Rp14.200 per liter.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Kembaran dan Arcawinangun, Purwokerto. Harga BBM di lokasi tersebut masih sama dan belum mengalami kenaikan.

Sementara itu, di Pertashop Jalan Soeparno Utara Purwokerto, harga Pertamax masih berada di angka Rp12.200 per liter. Hal ini menunjukkan bahwa harga BBM non-subsidi masih relatif stabil di lapangan.

Meski harga masih stabil, isu kenaikan BBM mulai berdampak pada pola pengeluaran masyarakat. Sejumlah warga mengaku mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan dengan mengatur ulang keuangan rumah tangga.

BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran 2026, PT Pertamina Patra Niaga Tambah Stok BBM hingga 20 Persen

“Saya sudah lihat di sosial media, yang non-subsidi naik. Jelas berdampak, apalagi buat ibu-ibu, kebutuhan jadi meningkat, pasti berpengaruh ke 'dapur',” ujar Leni Oentari (53), seorang ibu rumah tangga, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada kebutuhan sehari-hari. Hal ini karena aktivitas keluarga sangat bergantung pada kendaraan.

“Karena kita ke mana-mana pakai kendaraan dan butuh bensin. Tidak sebanding kalau naik, apalagi ini sedang masa inflasi,” katanya.

Leni menyebut dalam sehari dirinya menghabiskan sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu untuk BBM. Pengeluaran tersebut digunakan untuk antar-jemput anak sekolah hingga aktivitas harian lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: