Safety Driving: Sein Kiri Belok Kanan dan Bahayanya di Jalan Raya
Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep (Dosen FIKES UMP & Ketua MDMC UMP)--
Oleh: Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep.
(Dosen FIKES UMP & Ketua MDMC UMP)
Berdasarkan data Komite Nasional Keselematan Transportasi (KNKT) faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam kecelakaan lalu lintas moda yang diinvestigasi sepanjang tahun 2025.
Data kecelakaan lalu lintas di Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan, dengan sepeda motor sebagai penyumbang terbesar.
Korlantas Polri mencatat lebih dari 158.508 kejadian kecelakaan hingga akhir 2025, naik 5% dari 2024. Semester I 2025, tercatat 110.731 sepeda motor terlibat kecelakaan, menempatkan motor sebagai penyebab utama.
Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Namun, masih sering ditemui perilaku pengendara yang membingungkan dan berbahaya, salah satunya adalah fenomena “sein kiri, belok kanan”.
BACA JUGA:Ramadan Momentum Berdamai dengan Diri Sendiri
Istilah ini menggambarkan kondisi ketika pengendara menyalakan lampu sein kiri tetapi justru berbelok ke kanan, atau sebaliknya. Tindakan ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Lampu sein adalah alat komunikasi utama antar pengendara di jalan raya. Lampu sein fungsinya adalah untuk memberi isyarat arah sebelum berpindah jalur atau berbelok.
Dalam prinsip safety driving, setiap tindakan pengemudi harus dapat diprediksi oleh pengguna jalan lain. Ketika isyarat yang diberikan tidak sesuai dengan manuver kendaraan, risiko tabrakan meningkat karena pengendara lain mengambil keputusan berdasarkan informasi yang keliru.
Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan telah menerapkan lima pilar keselamatan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Upaya ini memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakay, termasuk disiplin dalam berlalu lintas dan penggunaan perlengkapan keselamatan.
BACA JUGA:Awas Ketiduran Sedetik yang Mematikan: Bahaya Microsleep Saat Mudik Lebaran
Menurut Hardani 2025 pelaku sein kiri belok kanan bukan hanya dilakukan oleh perempuan saja, namun laki-laki juga sama. Mereka lupa matikan sein, belok mendadak tanpa tanda, atau bahkan tidak menyalakan lampu sein sama sekali.
Salah satu solusinya agar perilaku sein kiri belok kanan tidak terjadi yaitu dengan melakukan edukasi dan sosialisasi ke seluruh lapisan masayarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

