Kecelakaan Maut di Kembaran Banyumas Diselidiki, Isu Hindari Mercon Belum Terbukti
TKP laka dua sepeda motor di jembatan Kali Duwana, Kecamatan Kembaran, Banyumas. -SATLANTAS POLRESTA BANYUMAS UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Satlantas Polresta Banyumas masih menyelidiki kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Jalan Hasyim Azhari, tepatnya di jembatan Kali Duwana, Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Minggu (8/3) pagi. Insiden yang melibatkan sepeda motor Honda Revo dan Honda Beat itu menyebabkan satu korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dan satu korban lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah beredar informasi di media sosial bahwa kecelakaan terjadi karena salah satu pengendara diduga menghindari petasan atau mercon yang dimainkan anak-anak di sekitar lokasi. Namun hingga kini polisi menyatakan informasi tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami, M.H., mengatakan pihaknya masih mengumpulkan berbagai keterangan saksi di lapangan. Polisi juga mendalami sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat.
"Untuk informasi yang beredar terkait korban menghindari petasan, saat ini kami masih melakukan penyelidikan apakah benar demikian atau tidak," jelasnya, Selasa (10/3).
BACA JUGA:Banner Dipasang di Jalur Rawan, Tekan Kecelakaan Sokawera–Tanggeran Banyumas
Berdasarkan hasil pendalaman sementara dari saksi di lokasi serta pengendara yang selamat, kondisi jalan saat kejadian diketahui relatif sepi dari lalu lintas kendaraan. Namun di sekitar lokasi terdapat banyak anak-anak yang berkerumun hingga hampir memenuhi badan jalan dari dua arah.
Menurut keterangan pengendara Honda Beat berinisial KR (55) yang selamat dalam kecelakaan tersebut, ia sempat membunyikan klakson untuk memperingatkan anak-anak yang berada di sekitar jalan. Saat ini KR masih menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto akibat luka yang dialaminya.
"Dari keterangan korban yang saat ini dirawat di RS Margono, ia sudah membunyikan klakson karena banyak anak-anak di jalan. Namun korban tidak mendengar adanya suara petasan," terang Iptu Metri.
Korban KR juga mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan itu terjadi. Saat tiba di lokasi, ia tiba-tiba tertabrak sepeda motor dari arah depan hingga akhirnya tidak sadarkan diri.
BACA JUGA:564 Kecelakaan Terjadi Sepanjang 2025, Pelajar Menyumbang 20 Persen Kasus di Purbalingga
Polisi juga telah meminta keterangan kepada sejumlah anak-anak serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah benar ada petasan yang dimainkan saat kecelakaan terjadi.
"Kami juga mencari informasi kepada anak-anak dan beberapa warga terkait petasan tersebut, namun sementara ini belum ada yang mengatakan atau melihat bahwa kecelakaan terjadi karena menghindari petasan," tambahnya.
Meski demikian, Satlantas Polresta Banyumas menegaskan proses penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi berupaya memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
