Bukan Cuma Gaya! Performa Mesin Kawasaki D-Tracker Ternyata Segini Kuatnya
Kawasaki D-Tracker membuktikan bahwa supermoto bukan hanya soal tampilan, melainkan juga soal tenaga dan keseruan berkendara--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Nama Kawasaki D-Tracker sudah lama identik dengan motor supermoto bergaya sporty dan lincah di jalanan kota. Namun di balik tampilannya yang ramping dan agresif, seri ini ternyata menyimpan performa mesin yang tidak bisa dianggap remeh. Dari varian 150 cc hingga 250 cc, D-Tracker menawarkan karakter berbeda sesuai kebutuhan pengendara.
Pilihan Varian dan Kapasitas Mesin
Saat ini lini D-Tracker yang dikenal luas di Indonesia mencakup tiga pilihan utama, yaitu D-Tracker 150, KLX 230 SM, dan D-Tracker X 250. Masing-masing hadir dengan kapasitas mesin dan karakter performa yang berbeda.
Berikut gambaran singkatnya:
- D-Tracker 150: mesin 144 cc, 4-tak, satu silinder, transmisi 5-percepatan.
- KLX 230 SM: mesin 233 cc, sistem injeksi, transmisi 6-percepatan.
- D-Tracker X 250: mesin 249 cc, DOHC 4 katup, pendingin cairan, 6-percepatan.
Perbedaan kapasitas ini tentu berpengaruh pada tenaga, torsi, dan respons akselerasi di jalan.
Performa Mesin D-Tracker X 250 yang Paling Menonjol
Varian paling tinggi, yakni D-Tracker X 250, menjadi pusat perhatian karena menawarkan tenaga sekitar 18 kW pada 9.000 rpm dan torsi di kisaran 21 Nm pada 7.000 rpm. Angka tersebut tergolong kompetitif di kelas supermoto 250 cc.
Karakter mesinnya terasa responsif di putaran menengah hingga atas, membuatnya cocok untuk penggunaan harian sekaligus fun riding di akhir pekan. Transmisi 6-percepatan juga membantu distribusi tenaga terasa lebih halus saat berpindah gigi.
BACA JUGA:Punya Gaya Trail Tapi Enak di Aspal, Ini Daya Tarik Kawasaki D-Tracker
Handling Ringan, Tenaga Tetap Terasa
Bobot D-Tracker X yang berada di kisaran 139 kg membuat rasio tenaga terhadap beratnya cukup ideal. Hasilnya, akselerasi terasa spontan tanpa harus memaksa mesin bekerja terlalu keras.
Ground clearance sekitar 225 mm turut mendukung fleksibilitas saat melintasi jalan bergelombang atau polisi tidur tinggi. Kombinasi ini menjadikan D-Tracker bukan sekadar motor gaya, tetapi juga fungsional.
Cocok untuk Siapa?
Secara objektif, seri D-Tracker cocok untuk:
- Pengendara harian yang ingin motor lincah dan beda dari motor sport fairing.
- Pecinta supermoto yang mengutamakan handling dan kontrol.
- Rider yang mencari sensasi berkendara ringan namun tetap bertenaga.
D-Tracker 150 ideal untuk pemula, KLX 230 SM cocok untuk kelas menengah, sementara D-Tracker X 250 menyasar pengendara yang menginginkan performa lebih serius.
Secara keseluruhan, Kawasaki D-Tracker memang unggul dari sisi gaya. Namun performa mesinnya juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dengan pilihan kapasitas mesin yang beragam, karakter responsif, serta bobot ringan, motor ini membuktikan bahwa supermoto bukan hanya soal tampilan, melainkan juga soal tenaga dan keseruan berkendara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
