Korsleting Listrik, Toko Pertanian di Ambal Kebakaran
Tim Inafis Polres Kebumen yang melakukan olah tempat kejadian perkara Toko Pertanian di Desa Kaibon Petangkuran Kecamatan Ambal yang terbakar, Selasa (3/3).--
KEBUMEN - Sebuah Toko Pertanian di Desa Kaibon Petangkuran Kecamatan Ambal, terbakar. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun Agus Sulistiono pemilik toko mengalami kerugian materiil ratusan juta rupiah.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kebakaran pada Selasa (3/3) itu kali pertama kali diketahui saat istri korban mendapat informasi ketika sedang melaksanakan salat tarawih.
Toko Sido Maju yang berada di RT 3 RW 2 Desa Kaibonpetangkuran itu dalam kondisi terkunci dari depan dan belakang saat api mulai terlihat dari dalam ruangan.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material cukup banyak," ujar Kapolres Kebumen, Rabu 4 Maret 2026.
BACA JUGA:Seorang Diri, Lansia 70 Tahun di Kebumen Hidup Tanpa Sanitasi Layak
BACA JUGA:Tergerus Hujan, Dinding Goa Karangblong Ambrol
Mengetahui kejadian itu, Pemdes Kaibonpetangkuran segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta meminta bantuan pemadam kebakaran dari Prembun. Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api. Sekitar pukul 20.00 WIB, kobaran api berhasil dikendalikan.
Sejumlah barang yang terbakar antara lain obat-obatan pertanian berupa pestisida, herbisida, fungisida, nutrisi tanaman, pupuk cair, serta peralatan seperti komputer, kipas angin, dispenser, freezer, hingga instalasi kabel dan perabot kayu di dalam toko. Sehingga ketika ditaksir kerugian mencapai ratusan juta.
Tim Inafis Polres Kebumen yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan adanya sambungan arus listrik pada kabel di dalam tedus atau kotak sambungan yang terbakar di bagian atas tembok toko. Lampu dan instalasi kabel di dalam ruangan juga ditemukan dalam kondisi hangus.
BACA JUGA:Disnaker: Tidak Ada Data PMI Kebumen di Iran
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran disebabkan konsleting listrik pada sambungan kabel di dalam ruangan.
Polisi meminta warga tidak mendekat ke lokasi saat proses pendinginan karena material yang terbakar merupakan bahan kimia pertanian. Polisi juga meminta masyarakat segera melapor apabila muncul dampak kesehatan akibat paparan asap kebakaran tersebut. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
