Taman Baca Masyarakat di Banyumas Jadi Magnet Ramadan, Anak Ngabuburit dengan Buku
Ngabuburit Ramadan berkunjung ke taman baca, memilih dan membaca buku mengisi waktu luang setelah Subuh dan menjelang berbuka puasa, Minggu (22/2) sore.-ANY UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Taman Baca Masyarakat (TBM) Griya Baca Jelita di Kelurahan Kebokura, Kecamatan Sumpiuh, menjadi tujuan anak-anak untuk ngabuburit selama bulan Ramadan. Mereka mengisi waktu santai dengan membaca buku sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Tidak hanya ramai saat sore menjelang magrib, aktivitas membaca juga terlihat sejak pagi hari. Anak-anak bahkan datang ke Griya Baca Jelita setelah waktu Subuh untuk mengisi waktu dengan kegiatan literasi.
Pegiat literasi Warastuti Any Anggorowati mengatakan, antusiasme anak-anak cukup tinggi terutama dari kalangan santri pondok pesantren. Mereka datang dengan sopan dan meminta izin sebelum membaca buku.
"Anak-anak dari pondok pesantren datang uluk salam, lalu minta ijin, apakah boleh membaca buku. Saya dengan senang hati mempersilahkan," ujar Any, Senin (23/2). Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana Ramadan.
BACA JUGA:Pesantren Ramadan Jadi Ruang Taubat dan Pembinaan Akhlak Warga Binaan di Rutan Banjarnegara
Anak pondok pesantren tidak diperbolehkan menggunakan ponsel sehingga memilih mengisi kegiatan positif dengan membaca buku. Kedatangan mereka pun atas kemauan sendiri tanpa paksaan.
Any sebagai pegiat literasi aktif mengajak anak-anak yang melintas di depan rumahnya untuk mampir membaca sejak awal Ramadan. Griya Baca Jelita menyediakan ribuan buku bacaan baru yang menarik dan ramah anak.
"Setelah Subuh, banyak anak-anak lewat dan main di sekitar sini. Tapi, diajak masuk baca buku belum mau, masih memilih bermain sepeda," sambung Any. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menumbuhkan minat baca generasi muda.
Ia terus berupaya menawarkan beragam bahan bacaan agar anak-anak mau menyempatkan waktu membaca di sela bermain. Baginya, membangun budaya literasi harus dilakukan dengan kesabaran dan pendekatan yang menyenangkan.
Sementara itu, di tengah gempuran teknologi digital, Taman Baca juga menghadapi tantangan berat untuk terus eksis. Konten hiburan digital cenderung mengalihkan perhatian anak-anak dari buku dan menjadi pekerjaan rumah bersama. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
