Banner v.2

Material Kayu Penuhi Bendung Karanggedang Banyumas, Banjir Sungai Reja Dua Hari Berturut-Turut

Material Kayu Penuhi Bendung Karanggedang Banyumas, Banjir Sungai Reja Dua Hari Berturut-Turut

Berbagai pihak terkait gotong royong membersihkan material batang dan ranting pepohonan di Bendung Karanggedang, Rabu (11/2).-TEGUH UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Material batang kayu dan ranting pepohonan dalam jumlah besar memenuhi area pilar Jembatan Bendung Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh. Tumpukan tersebut merupakan dampak banjir Sungai Reja yang terjadi dalam dua hari, Jumat dan Senin (6 dan 9/2).

Kayu-kayu berbagai ukuran tersangkut dan menggunung di sekitar bangunan bendung hingga menyumbat aliran air. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena tekanan air yang tertahan berisiko merusak pilar serta memperparah kerusakan di sisi sungai.

Penjabat Kepala Desa Karanggedang, Rohadi, mengatakan pemerintah desa bersama warga langsung bergerak cepat melakukan pembersihan material yang menyumbat. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi luapan banjir sekaligus mencegah kerusakan konstruksi semakin meluas.

"Sungai yang sebelah kiri sudah ambrol, jadi kita gerak cepat pembersihan," kata Rohadi, Rabu (11/2). Ia menegaskan, banyaknya kayu yang tersangkut membuat aliran air tertahan dan meningkatkan risiko kerusakan lanjutan.

BACA JUGA:Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Purbalingga Diperpanjang 14 Hari

Musim hujan yang belum berakhir membuat potensi kenaikan debit Sungai Reja masih cukup tinggi. Jika material kayu tidak segera disingkirkan, tekanan air dikhawatirkan mengancam titik longsor dan memperburuk kondisi tanggul darurat.

Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan puluhan orang. Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas turut diterjunkan bersama pihak terkait lainnya.

Target kegiatan ini adalah memastikan tidak ada lagi tumpukan batang dan ranting yang menghambat aliran air di bendung. Dengan aliran kembali lancar, potensi meluasnya dampak longsor maupun ambrol dapat diminimalkan.

"Pekerjaan juga dibantu menggunakan mesin pompa air untuk menyemprot lokasi," sambung Mantri Pengairan UPTD PU Wilayah Sumpiuh, Teguh Dumadi. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu membersihkan material yang sulit dijangkau secara manual.

BACA JUGA:Jembatan Bailey Kedua Rampung, Akses Terakhir Wilayah Banjir Bandang Karangreja Purbalingga Tersambung

Selain mengangkat kayu dan ranting, tim UPTD sekaligus melakukan babad rumput serta membersihkan tanaman liar di sekitar area bendung. Upaya ini dilakukan guna memaksimalkan pembersihan dan menjaga fungsi bangunan saat debit air kembali meningkat. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait