Banner v.2

Aktivasi IKD di Banyumas Baru Delapan Persen, Dindukcapil Optimalkan Layanan

Aktivasi IKD di Banyumas Baru Delapan Persen,  Dindukcapil Optimalkan Layanan

Pelayanan tatap muka di Kantor Dindukcapil Banyumas. Peningkatan aktivasi IKD terus didorong terkait digitalisasi data kependudukan.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas terus mengoptimalkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hingga saat ini, tingkat aktivasi IKD baru mencapai sekitar delapan persen dari total penduduk wajib KTP di Banyumas.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dindukcapil Banyumas, Ashar Nazarudin, menyebut jumlah penduduk wajib KTP di Banyumas mencapai sekitar 1,4 juta orang. Jumlah tersebut berasal dari total penduduk Banyumas yang mencapai kurang lebih 1,8 juta jiwa.

Dengan tingkat aktivasi IKD yang masih di angka delapan persen, Dindukcapil terus mengoptimalkan layanan tersebut. Salah satunya dengan mengintegrasikan aktivasi IKD bersamaan dengan proses perekaman E-KTP.

Ashar mengakui tantangan utama dalam aktivasi IKD adalah kebiasaan masyarakat yang masih merasa lebih nyaman memegang KTP fisik. Selain itu, pemanfaatan IKD dinilai belum maksimal karena sebagian program masih mensyaratkan fotokopi E-KTP.

BACA JUGA:Modus Validasi IKD Catut Kecamatan Sumpiuh, Warga Nyaris Jadi Korban Penipuan

“Tantangan dalam aktivasi IKD banyak masyarakat yang lebih mantap dengan menguasai fisik E-KTP. Manfaat aktivasi IKD pun belum maksimal dengan masih dipersyaratkannya copy E-KTP pada sebagian program,” katanya.

Meski demikian, Ashar menegaskan aktivasi IKD tetap memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat. IKD dinilai lebih aman dan praktis dibandingkan dokumen fisik yang berisiko hilang atau rusak.

Ia menjelaskan masyarakat dapat melakukan aktivasi IKD secara mandiri. Caranya dengan mengunduh aplikasi IKD melalui PlayStore dan mengikuti tahapan aktivasi yang tersedia.

“Aktivasi IKD terbanyak masih pada wilayah Perkotaan Purwokerto. Spek handphone dan support internet berpengaruh,” terang dia.

BACA JUGA:Penipuan dengan Modus Aktivasi IKD Semakin Marak, Dinpendukcapil Gencar Sosialisasi Langsung ke Masyarakat

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses aktivasi, Dindukcapil membuka layanan pendampingan. Warga dapat datang ke kantor desa, kelurahan, kecamatan, hingga Mal Pelayanan Publik (MPP) Purwokerto.

Melalui upaya tersebut, Dindukcapil berharap pemahaman masyarakat terkait digitalisasi data kependudukan semakin meningkat. Dengan begitu, tingkat aktivasi IKD di Banyumas dapat terus bertambah.

“Kami berharap masyarakat semakin paham terkait digitalisasi data kependudukan sehingga tingkat aktivasi IKD lebih optimal,” pungkas Ashar. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: