Satgas MBG Sumpiuh Banyumas Monev Lima SPPG, Rekomendasi Diminta Segera Ditindaklanjuti
Satgas MBG Kecamatan Sumpiuh memonitor lima SPPG operasional dan memberikan rekomendasi perbaikan agar program berjalan sesuai SOP Badan Gizi Nasional.-Fij-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tim Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Sumpiuh melakukan monitoring dan evaluasi terhadap lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Camat Sumpiuh Pujar Seno menjelaskan, monitoring dan evaluasi dilakukan berdasarkan SK Bupati Banyumas Nomor 692 Tahun 2025 tentang Tim Teknis Dukungan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis tingkat kecamatan. Seluruh aktivitas operasional di lima SPPG dipastikan terpantau secara menyeluruh.
“Secara umum lima SPPG sudah bagus, masing-masing ada plus minusnya,” terang Pujar Seno, Selasa (3/2), saat monitoring di lapangan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan catatan perbaikan bagi masing-masing SPPG.
Monitoring mencakup sarana dan prasarana, kebersihan dan higienitas, serta pengadaan dan penyimpanan bahan baku. Selain itu, tim juga mengecek gramasi menu dan gizi, proses pemorsian, sumber air bersih, manajemen risiko, keselamatan kerja, hingga penerima manfaat.
BACA JUGA:KSPSI Kebumen Soroti Hak THR Pekerja SPPG MBG
Aspek lain yang tak luput dari perhatian adalah pengolahan limbah dan pengelolaan sampah. Hal ini dinilai penting untuk menjaga lingkungan sekitar SPPG tetap bersih dan aman.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Satgas MBG langsung menyampaikan rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi kepada pengelola SPPG. Salah satu sorotan utama adalah pengelolaan sampah dan limbah yang harus lebih diperhatikan.
Pengelola SPPG direkomendasikan menyiapkan bak sampah yang dilengkapi plastik sebagai wadah. Selain itu, sampah dilarang dibakar dan SPPG yang belum berlangganan layanan TPST dianjurkan segera menjalin kerja sama.
“Rekomendasi yang sifatnya segera, SPPG agar menindaklanjuti. Tim Satgas akan kembali melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memantau apakah rekomendasi telah dilaksanakan,” sambung Pujar.
BACA JUGA:60 Persen SPPG di Banyumas Kantongi SLHS, Dari 132 Dapur Beroperasi, 77 Sudah Bersertifikat
Terkait risiko dan keselamatan kerja, Tim Satgas juga menyoroti ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR). Jumlah APAR dan penempatannya di ruang-ruang yang dianggap urgen menjadi perhatian serius.
Pengecekan APAR secara berkala juga masuk dalam catatan rekomendasi. Bagi SPPG yang belum melaksanakan pelatihan penanganan kebakaran, Tim Satgas meminta agar segera dilaksanakan.
Pelatihan tersebut dapat menggandeng pihak yang berkompeten atau dilakukan secara internal sesuai kemampuan masing-masing SPPG. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Pujar menuturkan, hasil monitoring, evaluasi, dan catatan rekomendasi untuk masing-masing SPPG akan dilaporkan kepada Bupati Banyumas. Pelaporan ini menjadi bagian dari pengawasan berjenjang terhadap pelaksanaan Program MBG.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

