Komisi IV Ingatkan SOP Layanan Ambulance di Banyumas Jangan Terlalu Kaku
KOORDINASI. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas Andik Pegiarto (tengah kacamata hitam), saat berkoordinasi dengan PAB. -ANDIK UNTUK RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, Andik Pegiarto, mendorong sinkronisasi layanan antara Paguyuban Ambulance Banyumas (PAB), ambulans milik partai politik, serta ambulans desa. Ia menilai penyelarasan layanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi kunci peningkatan respons kegawatdaruratan di Banyumas.
Dorongan tersebut disampaikan Andik saat berkoordinasi dengan Paguyuban Ambulance Banyumas, Minggu, 25 Januari 2026, di Aula RSK Mata PURWOKERTO. Dalam pertemuan itu, ia juga menekankan pentingnya sosialisasi tata cara akses layanan ambulans bagi masyarakat, baik untuk pasien gawat darurat maupun layanan jenazah.
“Paguyuban Ambulance disinkronkan dengan ambulans dari partai dan desa. Nantinya Standar Operasional Prosedur (SOP) jangan bicara saklek, harus ada sosialisasi ambulans untuk membawa jenazah dan pasien gawat darurat harus jelas SOP,” kata Andik.
Menurutnya, SOP pelayanan ambulans harus disusun secara jelas, terukur, dan mudah dipahami. Terutama yang berkaitan dengan waktu pelayanan, baik dalam penanganan pasien gawat darurat maupun pengantaran jenazah.
BACA JUGA:Bupati Luncurkan Ambulance Gratis
“Harapan saya agar Dinkes betul-betul berpartisipasi dan berkomunikasi dengan partai dan ambulans desa. Ambulans desa masih ada salah kaprah, mesti ada SOP yang sesuai dengan pelayanan kesehatan,” paparnya.
Selain penyusunan SOP, Andik juga meminta adanya pendataan menyeluruh terkait jumlah ambulans yang beroperasi di Kabupaten Banyumas. Data tersebut dinilai penting untuk memastikan keterjangkauan layanan dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.
“Harus didata, Dinkes juga harus memberikan informasi kepada umum, melalui umum nomor-nomor ambulans,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, ia juga mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan, terutama dalam kasus kecelakaan lalu lintas dengan kondisi fatal. Pelatihan dinilai penting agar setiap unsur layanan ambulans memiliki kompetensi yang sama.
BACA JUGA:Armada Siaga Lintas Iman Banjarpanepen Diminati Warga, Layani Antar Jemput Pasien Lintas Kecamatan
“Saya mengedepankan, bahwa untuk sopir ambulans nantinya satu harus profesional, harus menyiapkan segala ubo rampe. Jangan sampai mobil ambulans rusak di tengah jalan, bensin habis. Sarpras di dalam ambulans harus siap. Sopir dalam keadaan prima,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kabupaten Banyumas akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan seluruh rumah sakit, baik swasta maupun milik pemerintah daerah, serta klinik-klinik kesehatan di Banyumas guna memperkuat koordinasi layanan kesehatan.
“Akan kita jadwalkan untuk berkoordinasi, dan meningkatkan layanan kesehatan kita,” pungkas Andik. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
