Kemenkop RI: KDMP Kebumen Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mendampingi Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi, meninjau pembangunan dan kesiapan operasional Koperasi DesaKelurahan Merah Putih (KDMP), Sabtu (24/1). --
KEBUMEN – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mendampingi Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi, meninjau pembangunan dan kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Sabtu (24/1).
Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni Desa Bojongsari dan Karangtanjung Alian, Desa Tanggulangin Klirong, serta Desa Karangrejo Petanahan.
Hingga saat ini, progres pembangunan KDMP di Kabupaten Kebumen telah mencapai 204 unit dari target 460 desa/kelurahan. Khusus di Desa Tanggulangin, pembangunan fisik telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Sekretaris Kemenkop, Ahmad Zabadi, menyatakan Kebumen masuk dalam perencanaan tahap pertama untuk operasionalisasi nasional. Guna mendukung hal tersebut, pemerintah menjamin ketersediaan fasilitas dan dukungan permodalan, baik melalui perbankan (Himbara) maupun pembiayaan khusus dari Kementerian Koperasi.
BACA JUGA:Inspektorat Kebumen Soroti Selisih Aset BUMD Aneka Usaha Jasa Kebumen Jaya
BACA JUGA:Warga Desak Perbaikan Jalan Longsor di Desa Clapar Karanggayam, DPUPR Kebumen Siapkan Penanganan
"Di Desa Bojongsari, kami melihat prospek yang baik untuk produk UMKM seperti jas hujan dan songkok. Kami bahkan telah mempertemukan pengelola dengan LPDB Lembaga Pengelola Dana Bergulir," ujar Zabadi.
Sementara itu Bupati Lilis Nuryani menyampaikan terimakasih atas dukungan penuh Kemenkop yang memberikan motivasi bagi pengurus koperasi di tingkat desa.
"Target kami pada Januari ini adalah penyelesaian 100 persen untuk 15 titik KDMP agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat sebagai penggerak ekonomi desa," jelasnya.
Meski bangunan fisik KDMP Desa Bojongsari masih dalam tahap pembangunan, saat ini telah menggerakkan unit usaha sebagai penyedia bahan baku bagi perajin jas hujan lokal.
Ketua KDMP Bojongsari, Gunadi, mengungkapkan kebutuhan bahan baku mencapai 150 ribu rol per tahun. Pada Desember 2025 saja, nilai transaksi bahan baku melalui koperasi ini mencapai Rp1,5 miliar.
BACA JUGA:Sambut HPN 2026, PWI Kebumen Gelar MCU
BACA JUGA:Sita Klewang, Polres Kebumen Amankan Remaja Diduga Hendak Tawuran
"Satu rol bahan PVC bisa menghasilkan sekitar 20 setel jas hujan. Melalui KDMP, kami mengoordinasikan para perajin agar lebih berdaya. Di bulan Januari ini, pesanan meningkat hingga 10 ribu rol karena tingginya permintaan di musim hujan," tutur Gunadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

