Banner v.2

Angin Kencang Terjang Banyumas, 25 Bencana Terjadi dalam Sepekan

Angin Kencang Terjang Banyumas, 25 Bencana Terjadi dalam Sepekan

Dampak angin kencang, pohon tumbang merusak rumah warga di Desa Tipar Kidul, Ajibarang.-BPBD UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.IDCuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas sejak beberapa hari terakhir hingga Minggu (25/1). Dampaknya meluas, terutama di wilayah barat, lalu menjalar ke kawasan utara dan selatan, hingga memicu puluhan kejadian bencana alam dalam waktu singkat.

Fenomena cuaca tersebut menyebabkan berbagai kerusakan, mulai dari pohon tumbang, rumah warga terdampak, hingga terganggunya infrastruktur dan akses jalan di sejumlah kecamatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat, Cuaca ekstrem menjadi penyumbang terbesar kejadian bencana dalam sepekan terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Ladjis, menyampaikan bahwa kondisi ini sejalan dengan peringatan dini Cuaca ekstrem yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh BMKG Cilacap. Berdasarkan informasi tersebut, potensi angin kencang diperkirakan berlangsung hingga 25 Januari 2026.

“Peningkatan kecepatan angin ini dipicu oleh dampak tidak langsung Siklon Tropis LUANA di Samudra Hindia selatan NTT yang bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia,” jelas Abdul Ladjis.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Melanda Banyumas Sebabkan Pohon Tumbang di Kalibagor

Ia menerangkan, meskipun pusat siklon tropis berada cukup jauh dari wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya tetap dapat dirasakan hingga ke Banyumas. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan.

“Di Belahan Bumi Utara tekanannya lebih tinggi, sementara di Belahan Bumi Selatan terdapat pusat tekanan udara rendah akibat siklon tropis. Perbedaan tekanan udara ini memicu pergerakan massa udara dari tekanan tinggi ke tekanan rendah,” terangnya.

Pergerakan massa udara tersebut, lanjut Abdul Ladjis, menyebabkan peningkatan kecepatan angin yang kemudian berdampak pada terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya daerah yang secara geografis terbuka dan berada di jalur angin dominan.

Berdasarkan laporan kejadian BPBD Kabupaten Banyumas per Minggu (25/1) pukul 08.13 WIB, tercatat total 25 kejadian bencana alam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 kejadian disebabkan oleh cuaca ekstrem, sedangkan tiga kejadian lainnya merupakan bencana banjir.

BACA JUGA:Warga Diimbau Waspadai Cuaca Ektrem dan Angin Kencang

Wilayah yang paling banyak terdampak berada di zona barat Banyumas, meliputi Kecamatan Ajibarang, Wangon, Lumbir, Pekuncen, Jatilawang, Cilongok, Rawalo, serta kecamatan di sekitarnya. Mayoritas kejadian berupa angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, baik menimpa rumah warga, menutup akses jalan, hingga mengenai jaringan listrik.

Di Kecamatan Wangon, cuaca ekstrem terjadi di Desa Klapagading Kulon dan Desa Pengadegan. Sementara di Kecamatan Lumbir, angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Canduk dan Desa Cirahab. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gumelar, tepatnya di Desa Samudra.

Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di wilayah zona tengah dan selatan Banyumas, seperti Kecamatan Kebasen, Jatilawang, Purwojati, dan Rawalo. Di Kecamatan Kebasen, pohon tumbang bahkan menutup jalan kabupaten di Desa Cindaga sehingga mengganggu arus lalu lintas warga. Di Purwojati, selain angin kencang, dilaporkan pula kejadian angin puting beliung yang merusak rumah warga di Desa Kaliurip.

Sementara itu, di zona barat, cuaca ekstrem meluas ke Kecamatan Ajibarang, Pekuncen, dan Cilongok. Di wilayah ini, banyak laporan pohon tumbang yang menimpa rumah warga, di antaranya di Desa Tipar Kidul dan Darmakradenan di Ajibarang, serta Desa Semedo, Petahunan, Karangklesem, Candinegara, hingga Pasiraman Kidul di Kecamatan Pekuncen. Di Kecamatan Cilongok, kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Gununglurah, Rancamaya, dan Batuanten.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Atap Rumah Makan di Jalan Rinjani Cilacap Terbang Terhempas Angin Kencang

“Sebagian lokasi sudah dilakukan kaji cepat, sementara beberapa titik lainnya masih dalam proses pendataan dan koordinasi,” ungkap Abdul Ladjis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Banyumas langsung melakukan kaji cepat di lapangan serta berkoordinasi dengan dinas terkait. Langkah ini dilakukan untuk penanganan darurat, pembersihan material pohon tumbang, serta memastikan keselamatan dan keamanan warga terdampak.

BPBD Kabupaten Banyumas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, khususnya angin kencang dan hujan lebat. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: