Sadran, Warga Banjarpanepen Banyumas Lestarikan Bersih Kubur
Tradisi Sadran di Banjarpanepen terus lestari. Warga gotong royong bersih kubur sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada leluhur.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tradisi bersih kubur di bulan Sadran masih terjaga kuat di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh. Kamis (22/1) Wage, masyarakat Gerumbul Banjaran kembali melaksanakan bersih kubur yang rutin digelar setiap tanggal 3 bulan Sadran kalender Hijriyah.
Salah satu warga, Turyati, kelahiran Banjarpanepen yang kini berdomisili di Desa Kemiri, tetap tidak meninggalkan tradisi tersebut. Ia datang khusus untuk merawat seluruh makam keluarga yang berada di tempat pemakaman umum desa setempat.
“Kakek, bapak dan saudara-saudara saya dimakamkan di sini semua. Tiap Sadran, kita bersih-bersih kubur,” kata Turyati di lokasi sambil merawat pusara keluarganya.
Turyati bersama kakaknya membersihkan rerumputan yang tumbuh di sekitar makam dan memangkas berbagai tanaman liar. Setelah itu, mereka menaburkan bunga, membasuh nisan, serta menyiram pusara dengan air.
BACA JUGA:Warga Watuagung Ciptakan Tradisi Rawat Jalan, Ukir Rasa Syukur dan Terima Kasih atas Pembangunan
Warga tidak hanya merawat makam kerabatnya sendiri, tetapi juga bergotong royong membersihkan makam-makam lain. Dengan kebersamaan tersebut, area pemakaman umum tampak rapi dan pangkasan tanaman dibawa pulang untuk pakan ternak kambing.
Sejak pagi hari, area makam sudah ramai didatangi warga Gerumbul Banjaran maupun dari luar desa. Sebagian warga datang sejak pagi, sementara lainnya menyusul menjelang siang untuk melestarikan tradisi bersih kubur di bulan Sadran.
Ketua Lembaga Adat Desa (LAD) Banjarpanepen, Turimin, menuturkan bahwa bersih makam di bulan Sadran merupakan salah satu tradisi yang masih dipertahankan. Tradisi ini terus diupayakan agar dapat ditingkatkan dan diikuti oleh seluruh warga lintas generasi.
“Bersih kubur sebagai wujud bakti dan penghormatan terhadap leluhur, sehingga tulus hati melestarikan,” tandas Turimin. Ia berharap nilai-nilai tradisi tersebut tetap hidup di tengah masyarakat Banjarpanepen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
