Banner v.2

BI Hibahkan Mesin Giling Padi, Produksi Puspahastama Melonjak

BI Hibahkan Mesin Giling Padi, Produksi Puspahastama Melonjak

Pekerja Perumda Puspahastama Purbalingga tengah mengoperasikan mesin Rice Miling Unit (RMU) berbasis listrik, hibah dari Bank Indonesia Purwokerto, Senin (12/1).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Purbalingga mendapat dorongan signifikan melalui bantuan dukungan sarana prasarana pemberdayaan ekonomi daerah dari Bank Indonesia (BI) Purwokerto kepada Perumda Puspahastama Purbalingga.

Pada 18 September 2025, BI Purwokerto secara resmi menyerahkan hibah berupa alat dan mesin penggilingan padi kepada BUMD yang telah berdiri sejak 2003 tersebut.

Direktur Perumda Puspahastama Purbalingga, Sri Wahyuni, mengatakan bantuan hibah itu sangat membantu keberlangsungan operasional perusahaan daerah, mengingat sebagian besar sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian telah digunakan dalam waktu lama dan belum pernah diperbarui secara menyeluruh.

“Bantuan BI ini sangat membantu kami. Sejak berdiri, alat-alat sudah lama dan kondisinya banyak yang tambal sulam,” terang Sri Wahyuni, Senin (12/1).

BACA JUGA:BI Corner Jadi Warna Baru Menara Teratai

Ia menjelaskan, pengajuan bantuan berawal dari kunjungan studi banding Pemerintah Kota Semarang ke Puspahastama pada tahun lalu, yang didampingi BI Kota Semarang dan BI Purwokerto. 

Dari situ, Puspahastama kemudian mengajukan proposal revitalisasi alat kepada BI Purwokerto. Hasilnya, perusahaan daerah tersebut memperoleh tambahan mesin baru, termasuk mesin penggilingan padi berbasis tenaga listrik. Sebelumnya, penggilingan masih mengandalkan bahan bakar solar nonsubsidi.

“Alat lama kami tambal sulam, lalu ditambah mesin baru. Sekarang sudah ada mesin listrik untuk penggilingan padi,” katanya.

Sri menambahkan, seluruh proses pengadaan dilakukan oleh BI, termasuk penunjukan vendor, sehingga Puspahastama menerima alat dalam kondisi siap pakai. Proses revitalisasi tersebut rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

BACA JUGA:BI Fasilitasi Soto Sutri Masuk Zona KHAS

Dampak bantuan hibah itu dirasakan langsung pada peningkatan kapasitas produksi. Jika sebelumnya penggilingan hanya mampu menyelesaikan sekitar satu ton gabah per hari, kini kapasitas meningkat tajam.

“Sekarang per jam kurang lebih dua ton sudah bisa selesai digiling,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap ke depan masih ada dukungan lanjutan, khususnya berupa alat pengering gabah atau dryer. Menurutnya, alat tersebut sangat dibutuhkan, terutama saat musim hujan, agar kualitas gabah petani tetap terjaga.

Sebagai BUMD, Perumda Puspahastama memiliki peran strategis sebagai pengendali inflasi dan penyangga cadangan pangan daerah, terutama dalam kondisi tertentu seperti bencana. Namun keterbatasan modal membuat penyerapan hasil pertanian belum bisa dilakukan secara menyeluruh dan saat ini masih difokuskan pada petani di sekitar perusahaan. (ads)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: