Lestarikan Tanaman Langka, BKSDA Tanam Bibit Wijayakusuma Keraton di Nusakambangan
BKSDA Resort Cilacap lakukan penanaman bibit pohon Wijayakusuma Keraton di wilayah pulau Nusakambangan.-Wahyono Restanto untuk Radarmas-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah melalui Resor KSDA Wilayah Cilacap melakukan penanaman bibit Wijayakusuma Keraton di kawasan Nusakambangan sebagai upaya menjaga kelestarian tanaman tersebut yang saat ini jumlahnya kian terbatas.
Kepala Resor KSDA Wilayah Cilacap BKSDA Jawa Tengah, Wahyono Restanto, mengatakan Wijayakusuma Keraton merupakan tanaman endemik yang secara alami hanya tumbuh di kawasan Pulau Nusakambangan, tepatnya di Cagar Alam Wijayakusuma dan Pulau Majeti.
"Wijayakusuma Keraton ini hanya ditemukan secara alami di Pulau Majeti dan Cagar Alam Wijayakusuma Nusakambangan. Populasinya kini tinggal belasan tanaman, sehingga perlu upaya pelestarian yang serius," ujar Wahyono, Kamis 08 Januari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat bibit Wijayakusuma Keraton ditanam sebagai bagian dari program konservasi. Selain itu, juga dilakukan penanaman sejumlah tanaman lain seperti gowok, duku, matoa, mangga, durian, kelapa, dan manggis.
BACA JUGA:BKSDA Beri Edukasi Serta Pembekalan Konservasi Kepada Generasi Muda
Wahyono menjelaskan, bibit Wijayakusuma Keraton yang ditanam merupakan hasil budidaya yang diambil dari habitat aslinya.Setelah melalui proses perawatan dan tumbuh dengan baik, bibit tersebut kemudian dikembalikan ke Nusakambangan.
"Alhamdulillah, hasil budidaya dapat tumbuh dengan baik. Penanaman ini menunjukkan perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap pelestarian tanaman endemik Nusakambangan," lanjutnya.
Selain penanaman, BKSDA Jawa Tengah juga secara rutin memantau kondisi keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Secara umum, kondisi Wijayakusuma Keraton dinilai masih aman dari gangguan, meski tetap perlu diwaspadai dampak cuaca yang berpotensi merusak tanaman.
"Kami terus mendorong upaya konservasi berkelanjutan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian tanaman asli pulau nusakambangan itu," pungkasnya. (jul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

