Tanggul Sungai Sengon Jebol, 60 Ubin Sawah Kuntili Gagal Tanam
UPTD PU Wilayah Sumpiuh bersama berbagai pihak terkait melakukan penanganan darurat jebol tanggul dan longsor dapuran bambu di Sungai Sengon, Selasa (6/1).-TEGUH UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Mantri Pengairan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh mencatat areal persawahan seluas 60 ubin di Desa Kuntili, Kecamatan Sumpiuh, hingga saat ini belum dapat ditanami benih padi.
Kondisi tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Sengon yang berdampak langsung pada lahan pertanian warga.
"Luasan sawah tersebut terdampak jebol tanggul Sungai Sengon," jelas Mantri Pengairan UPTD PU Wilayah Sumpiuh, Teguh Dumadi, saat ditemui di lokasi, Selasa (6/1).
Ia mengungkapkan, penanganan awal terhadap tanggul jebol tersebut semula direncanakan menggunakan alat berat. Hal itu mempertimbangkan adanya longsoran dapuran bambu berukuran besar di sekitar lokasi jebol yang dinilai cukup sulit ditangani secara manual.
BACA JUGA:Warga Surotrunan Bangun Tanggul Darurat
Namun, setelah dilakukan survei terhadap akses menuju lokasi, hasilnya menunjukkan bahwa alat berat tidak memungkinkan untuk masuk ke area tersebut. Kondisi jalan dan medan yang sempit menjadi kendala utama dalam mendatangkan peralatan berat.
"Oleh karena itu, kita melakukan gerakan penanganan darurat menutup jebol tanggul," sambung Teguh.
Dalam penanganan darurat tersebut, UPTD PU Wilayah Sumpiuh bersama Pemerintah Desa Kuntili serta pihak terkait lainnya melakukan gotong royong dengan mengisi kandi menggunakan tanah untuk menutup bagian tanggul yang jebol. Selain itu, sebagian dapuran bambu yang menghambat aliran juga ditebangi untuk meminimalkan dampak lanjutan.
Meski demikian, Teguh mengakui bahwa sebagian longsoran dapuran bambu masih belum tertangani secara maksimal. Hal itu disebabkan keterbatasan peralatan yang tersedia di lapangan.
BACA JUGA:Warga Berharap Normalisasi Tanggul Sungai Karanganyar
"Rencana mengangkat longsoran dapuran bambu memakai alat berat gagal," tutup Teguh.
Dengan dilakukannya penanganan darurat terhadap tanggul jebol tersebut, diharapkan para petani tidak lagi terdampak dan dapat segera kembali menggarap sawahnya tanpa khawatir akan gangguan aliran air. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
