Banner v.2

Angka PHK di Purbalingga Tahun 2025 Tembus 602 Kasus

Angka PHK di Purbalingga Tahun 2025 Tembus 602 Kasus

PT Indokores Sahabat salah satu perusahaan yang melakukan PHK terhadap 136 karyawan tahun 2025.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Kabupaten Purbalingga mencatat adanya 602 kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di sembilan perusahaan sepanjang tahun 2025.

Meskipun angka ratusan tersebut masih menjadi perhatian, jumlah ini diklaim mengalami penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan gelombang PHK yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data rekapitulasi kasus tahun 2025, tren PHK di Purbalingga menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. Awal tahun dibuka dengan angka yang cukup tinggi di bulan Januari dan Februari, kemudian sempat mereda dengan nihil kasus pada bulan April, Mei, Juli, dan November. Namun, lonjakan tajam terjadi menjelang akhir tahun, khususnya pada bulan Oktober yang mencatatkan 301 kasus atau setengah dari total kejadian tahunan.

Secara rinci, PT Sung Shim International menjadi penyumbang akumulatif terbesar dengan total 150 kasus, di mana lonjakan terbesarnya terjadi pada bulan Desember. Disusul oleh PT Indokores Sahabat dengan 136 kasus yang mayoritas terjadi di awal tahun. Sementara itu, gelombang PHK massal pada bulan Oktober didominasi oleh dua perusahaan, yakni PT Nina Venus Indonusa dan PT Tiga Putra Abadi Perkasa.

BACA JUGA:Gelombang PHK Hantam PT Sung Shim Purbalingga, 145 Pekerja Dilepas

Menanggapi data tersebut, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinperinnaker Kabupaten Purbalingga, Yesu Dewayana Purba, membenarkan adanya laporan yang masuk. Ia menjelaskan bahwa angka 602 orang tersebut berasal dari laporan resmi sembilan perusahaan yang masuk ke dinasnya. Namun, Yesu menekankan bahwa dalam perspektif tahunan, kondisi ketenagakerjaan di Purbalingga saat ini justru jauh lebih kondusif dibandingkan masa-masa sebelumnya.

"Adapun rekapan PHK tahun ini sudah ada sekitar 602 orang dari 9 perusahaan, tapi itu yang terlapor ke kita per tahun ini. Jumlah ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun kemarin yang mencapai 12.000 orang," ungkap Yesu, Senin (5/1/2025).

Lebih lanjut, Yesu mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, terdapat dua perusahaan yang secara resmi melaporkan penutupan operasionalnya tahun ini, yang berdampak langsung pada tingginya angka PHK di bulan-bulan tertentu. Perusahaan yang dinyatakan tutup tersebut adalah PT Nina Venus Indonusa dan PT Tiga Putra Abadi Perkasa.

Penurunan drastis dari angka 12.000 kasus pada tahun lalu menjadi 602 kasus di tahun ini dinilai sebagai sinyal positif pemulihan ekonomi. Menurut Yesu, perbandingan yang sangat jauh ini dipengaruhi oleh membaiknya situasi global yang berdampak langsung pada industri di daerah.

BACA JUGA:Pelopor Industri Bulu Mata Purbalingga Tutup, 135 Karyawan Terkena PHK

"Kalau dibanding sama tahun lalu ini cenderung jauh banget perbedaannya. Faktornya mungkin karena sekarang krisis di luar negeri sudah mulai membaik. Meskipun mungkin masih ada, tapi intensitasnya sudah berkurang," jelasnya.

Yesu menambahkan bahwa stabilitas ekonomi dunia dan Indonesia yang mulai terjaga turut menjadi faktor kunci. Arus pesanan (order) ke pabrik-pabrik di Purbalingga kini sudah mulai berjalan kembali, meskipun volumenya belum sepenuhnya pulih menyamai tahun-tahun sebelum krisis. Hal inilah yang membuat terjadinya perbandingan angka PHK yang cukup signifikan antara tahun lalu dan tahun ini. Pihaknya berharap tren positif ini terus berlanjut di masa mendatang.

"Harapan kami ke depan angka ini bisa terus turun, bahkan jangan ada lagi yang di-PHK," pungkasnya. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: