Banner v.2

Disdukcapil Intensifkan Perekaman E-KTP Warga Binaan Lapas Nusakambangan

Disdukcapil Intensifkan Perekaman E-KTP Warga Binaan Lapas Nusakambangan

Pelaksanaan perekaman E- KTP bagi warga Binaan di Lapas Narkotika Nusakambangan.-DISDUKCAPIL UNTUK RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.IDDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cilacap mengintensifkan perekaman data kependudukan bagi warga binaan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk sinergi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan agar seluruh warga binaan teridentifikasi secara menyeluruh.

Kepala Disdukcapil Cilacap, Annisa Fabriana mengatakan, perekaman dan identifikasi kependudukan bagi warga binaan menjadi bagian penting dalam menjamin hak administrasi kependudukan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah bebas nanti.

"Pada prinsipnya kami siap jika pihak Lapas membutuhkan Disdukcapil untuk proses identifikasi warga binaan maupun perekaman E-KTP," ujar Annisa, Senin (5/1/2026).

BACA JUGA:Disdukcapil Cilacap Layani Warga Rentan di Desa Jeruklegi dan Kesugihan dengan Mobil Pelayanan Keliling

Annisa menjelaskan, dalam pelaksanaan pelayanan jemput bola dokumen kependudukan, Disdukcapil Cilacap membagi kewenangan dengan masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Namun khusus untuk perekaman data kependudukan warga binaan Lapas Nusakambangan, kewenangan tersebut ditugaskan langsung kepada kantor Disdukcapil Induk.

"Untuk perekaman warga binaan Lapas memang kami tugaskan Disdukcapil Induk, mengingat lokasi dan kebutuhan koordinasi yang bersifat khusus apalagi jaraknya cukup dekat dengan kantor induk," jelasnya.

Menurut Annisa, kepemilikan dokumen kependudukan sangat penting bagi warga binaan, terutama sebagai bekal setelah mereka selesai menjalani masa hukuman.

"Dokumen tersebut diperlukan untuk mengakses berbagai layanan publik, mulai dari kesehatan, pekerjaan, hingga layanan sosial lainnya. Harapannya, hak - hak mereka dapat terpenuhi secara optimal," pungkas Annisa. (jul) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: