Banner v.2

Tanpa Pesta Kembang Api, Warga Purwokerto Rayakan Malam Tahun Baru 2026 Secara Sederhana

Tanpa Pesta Kembang Api, Warga Purwokerto Rayakan Malam Tahun Baru 2026 Secara Sederhana

Keluarga Setyo Budi saat mengisi malam tahun baru dengan acara bakar-bakaran di halaman rumahnya, Rabu (31/12/2025) malam.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kebijakan larangan pesta kembang api serta hiburan yang biasa digelar pemerintah, pengelola wisata, tempat hiburan, hingga hotel, membuat perayaan tahun baru kali ini terasa berbeda. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam yang melanda Sumatra dan Aceh.

Kondisi itu membuat sebagian masyarakat memilih merayakan malam tahun baru secara sederhana di rumah. Kebersamaan bersama keluarga, teman, atau tetangga menjadi pilihan utama, menggantikan keramaian pusat kota, pada Rabu (31/12/2025) malam.

Setio Budi (45), warga Karangwangkal, Purwokerto Utara. Ia memilih menghabiskan malam tahun baru dengan menggelar acara bakar-bakaran sederhana di halaman rumah bersama anak dan keponakannya.

“Tidak ada hiburan dan pesta kembang api, jadi anak-anak juga tidak kepingin keluar rumah. Tahun lalu nonton kembang api di Menara Teratai. Sekarang dirumah saja, bakar jagung dan sosis, tidak macet-macetan dan tidak bising,” ujarnya.

BACA JUGA:Tanpa Hura-hura, Malam Tahun Baru di Banyumas Diisi Doa Bersama

Sementara itu, Dwiyanto (40), warga Pabuaran, Purwokerto Utara, sempat dibuat repot lantaran kehabisan kompor portabel yang biasa disewa untuk acara barbekyu keluarga.

“Ini dari siang sudah muter-muter, habis, sudah disewa semua. Katanya dari tiga minggu lalu sudah penuh. Paling nanti terpaksa pakai kompor rumah yang dua tungku, soalnya bahan makanannya sudah dibeli,” ungkapnya.

Hal serupa juga dialami Nur Zukruf (23), warga Bancar, Purbalingga. Ia bersama teman-temannya akhirnya memutuskan patungan untuk membeli kompor gas portabel agar acara malam tahun baru yang sudah direncanakan tetap bisa berlangsung.

“Sudah belanja bahan makanan, malah kehabisan sewa kompor portabel, akhirnya kita beli baru saja, dapat harga Rp128 ribu. Sekalian jadi punya, kalau bikin acara lagi tinggal beli bahan makanannya,” katanya.

BACA JUGA:Malam Tahun Baru di Cilacap Tanpa Kembang Api, Diganti Doa Bersama

Namun, meski adanya larangan pesta kembang api dan hiburan meriah, di malam Tahun Baru 2026. Langit Kota Purwokerto tetap bergemuruh, begitu mendekati pukul 12:00. Sejumlah letusan kembang api terdengar dari berbagai penjuru kota. Diduga kembang api tersebut berasal dari masyarakat yang merayakan di rumah masing-masing. (dms)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: