Banner v.2

PSCS Cilacap Tak Ikut Liga 4, Terkendala Masalah Kepemilikan Saham

PSCS Cilacap Tak Ikut Liga 4, Terkendala Masalah Kepemilikan Saham

Ilutsrasi masa kejayaan PSCS Cilacap ketika sempat menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) B tahun 2016.-JULIUS/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kisruh PSCS Cilacap yang belum terselesaikan membuat klub tersebut dipastikan tidak ikut serta dalam Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyampaikan, pemerintah daerah sebenarnya sudah berupaya membantu, namun proses penyelamatan klub terhambat karena belum adanya kejelasan soal kepemilikan saham.

Keputusan ini tentu mengecewakan banyak pendukung PSCS Cilacap. Klub berjuluk Hiu Selatan tersebut sebelumnya pernah bersaing di Divisi Utama (Liga 2), tetapi beberapa tahun terakhir mengalami banyak masalah hingga berada di kasta terbawah kompetisi PSSI.

Permasalahan internal PSCS Cilacap sudah muncul sejak lama. Direktur Utama klub mengundurkan diri, lalu muncul kabar pemain yang terlantar, dan proses akuisisi yang tidak kunjung jelas. 

BACA JUGA:Sudah Tanda Tangan Sepakat Untuk Diakuisisi, Perwakilan PT PSCS Ingkari Komitmen

"Rencana akuisisi oleh Tim BBR dan perwakilan suporter Laskar sempat menjadi harapan, namun akhirnya gagal menjelang penutupan pendaftaran Liga 4 karena adanya keputusan sepihak dari pemilik saham," kata Syamsul, Sabtu 29 November 2025.

Pihaknya juga sempat mencarikan sponsor bagi PSCS. Namun, para calon sponsor menanyakan status kepemilikan saham yang belum jelas.

"Perusahaan yang mau memberi sponsorship mempertanyakan apakah sahamnya sudah dibawa ke Cilacap atau belum. Itu jadi perhatian karena kita juga tidak punya anggaran untuk membiayai,"  jelasnya.

Syamsul menambahkan, pembahasan terakhir mengenai pelepasan saham bersama perwakilan pemilik saham mayoritas, Fanny Irawatie, sebenarnya sempat mendekati kesepakatan. Saat itu disampaikan bahwa saham akan dijual seharga Rp 1 miliar dengan komposisi kepemilikan mayoritas 75 persen.

BACA JUGA:Polemik Internal PSCS Cilacap, Pelatih M. Hasan Masih Tunggu Keputusan Resmi Manajemen

Namun setelah draft kesepakatan ditandatangani, harga saham berubah menjadi Rp 2 miliar. Perubahan tersebut membuat pihak yang berminat menyelamatkan PSCS memilih mundur.

"Setelah tanda tangan, kami mendapat informasi harganya naik jadi Rp2 miliar. Teman-teman yang peduli merasa ada ketidakkonsistenan dari pemilik saham mayoritas," jelas Syamsul. 

Ia menjelaskan bahwa Pemkab sebenarnya sudah menyiapkan beberapa bentuk dukungan, seperti pengajuan perbaikan stadion melalui CSR perusahaan. Tetapi semua rencana itu tidak bisa dilanjutkan karena status kepemilikan klub belum tuntas.

"Kalau tidak ada kejelasan, kami tidak bisa berbuat banyak. Secara aturan, APBD juga belum bisa digunakan. Jika nanti ada peluang aturan yang memungkinkan, tentu akan kita pertimbangkan," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: