Tanggul Sungai Klepu Payung Jebol Rendam Puluhan Hektar Lahan
Tanggul Sungai Klepu Payung yang berada di Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, jebol, Minggu (16/11). --
KEBUMEN - Hujan deras kembali memicu bencana. Terbaru, tanggul Sungai Klepu Payung yang berada di Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, jebol, Minggu (16/11). Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini, namun para petani di wilayah setempat mengalami ancaman gagal panen.
Ini terjadi setelah, air menggenangi areal persawahan. "Hujan deras mengakibatkan tanggul sungai Klepu Payung Dukuh Banasari Selatan, Desa Sidobunder, Kecamatan Puring. Kurang lebih 10 hektar sawah warga terdampakk," ujar Bagian Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, Senin (17/11).
Menindaklanjuti kejadian ini, BPBD bersama Pemdes Sidobunder dan instansi terkait telah membuat jembatan darurat. "Secara gotong royong Penanganan lanjutan akan dilakukan melalui kerja bakti mandiri. BPBD Kebumen dukungan sanbag dan Logistik untuk kerja bakti warga," imbuh Heri.
Di bagian lain, hujan deras memicu bencana longsor di Dukuh Kalapacung, Desa Sidototo, Kecamatan Paduareso. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari (15/11) tersebut. Namun, dapur rumah milik Ngadimin (51), warga setempat rusak.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan hujan deras membuat tebing setinggi enam meter dengan panjang sekitar sepuluh meter di sisi rumah korban ambrol akibat struktur tanah yang tidak mampu menahan derasnya hujan sejak sore sebelumnya.
Warga sekitar menyebut hujan turun tanpa henti sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang pagi, menyebabkan tebing menjadi labil dan akhirnya longsor. Material tanah kemudian menghantam dinding dapur rumah Ngadimin, membuat warga panik dan segera melapor ke pemerintah desa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan dari Polsek Padureso, Posramil, Pemdes Sidototo, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebencanaan Kecamatan Padureso langsung melakukan asesmen dan pembersihan lokasi.
"Padureso memiliki banyak tebing curam dan struktur tanah yang labil. Karena itu, begitu ada laporan, tim langsung bergerak cepat agar risiko tidak semakin besar,” tambah Kompol Faris. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
