Banyumas Dikepung Bencana, 23 Kejadian Banjir dan Longsor Terjadi dalam Sehari
Lokasi banjir di Desa Karangrau, Kecamatan Sokaraja , Kabupaten Banyumas, Selasa (21/10) malam.-BPBD UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Banyumas pada Selasa (21/10) telah memicu 23 kejadian bencana alam di berbagai titik. Laporan situasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas per Rabu (22/10) pagi, mencatat 11 kejadian tanah longsor, 9 kejadian banjir, dan 3 insiden pohon tumbang.
Banjir luapan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan padat penduduk, termasuk Kelurahan Karangpucung, Kranji, Arcawinangun, dan Teluk di Purwokerto. Titik banjir parah juga terjadi di Desa Karangrau, Sokaraja, dan Desa Karanganyar, Patikraja. Sementara itu, bencana tanah longsor tersebar di beberapa kecamatan seperti Lumbir, Cilongok, Patikraja, dan Purwokerto Timur.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, menjelaskan bahwa meskipun jumlah kejadiannya banyak, dampak yang ditimbulkan relatif terkendali.
“Meskipun ada banyak laporan longsor dan banjir, sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa, luka, ataupun meninggal. Skala bencana yang masuk kepada kami masih dalam kategori ringan karena bisa ditangani dan tidak berdampak langsung secara masif,” ujar Ladjis.
BACA JUGA:Bencana Longsor Terjadi di Desa Kaliori, 80 KK Terisolir
Ia menjelaskan, genangan yang terjadi di pemukiman warga tidak berlangsung lama. “Kemarin kita cek hanya dua rumah yang agak cukup terdampak genangan, tapi itu hitungannya jam, tidak sampai semalaman dan sudah surut,” tambahnya.
Menurut Ladjis, yang baru saja melakukan pengecekan lapangan bersama Dinas SDA Provinsi, bencana ini dipicu dua faktor utama. "Tentu pertama karena intensitas hujan yang cukup tinggi. Kemudian kami temukan ada beberapa bangunan infrastruktur (saluran air) yang memang sudah termakan usia sehingga jebol atau bocor," jelasnya.
Ladjis menyoroti kasus spesifik banjir di Karangrau, Sokaraja, dan Kelurahan Karangpucung. Banjir di Karangrau, menurutnya, terjadi karena adanya lekukan sungai, sedimentasi (pendangkalan), dan penyempitan saluran air. "Sehingga ketika debit air tinggi, airnya meluap (mudal)," katanya.
Untuk kasus longsor seperti di Karangrau, di mana rumah warga berada persis di bantaran sungai, BPBD mengimbau warga untuk berhati-hati. "Jangka panjang, kami harapkan bisa berangsur pindah, tapi kami paham itu terkait faktor sosial ekonomi. Jangka pendeknya, warga harus berhati-hati dan ikut menjaga kawasan sungai," imbaunya.
BACA JUGA:BPBD Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Usia Dini
Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Damkar, dan relawan lintas sektor telah dikerahkan untuk melakukan penanganan dan pendataan di seluruh lokasi bencana.(jeb)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

